Suara.com - Motoran atau bermotor alias mengendarai kendaraan roda dua adalah aktivitas seru. Akan tetapi, ada beberapa orang merasa cepat lelah saat mengaspal dan berada di atas sadel kuda besi ini. Penyebabnya adalah posisi duduk tidak tepat. Sehingga dibutuhkan postur berkendara yang ideal.
Menurut Manager Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM) Johanes Lucky, postur berkendara yang benar dan nyaman mampu menurunkan potensi terjadinya kecelakaan akibat kelelahan saat berkendara.
"Dalam berkendara, fokus dan kenyamanan menjadi aspek yang sangat penting. Pengendara harus mampu mengidentifikasi medan atau kondisi jalan yang dilewati. Namun dalam waktu bersamaan juga harus rileks agar bisa menghilangkan ketegangan sehingga mengurangi letih yang datang terlalu cepat ketika berkendara dengan sepeda motor," ujar Johanes Lucky, dalam keterangannya.
Lebih lanjut, ia menambahkan, dengan posisi berkendara yang benar serta kendaraan yang nyaman, rider tetap bisa memperhatikan keselamatan sehingga berkendara akan menjadi lebih aman.
Berikut beberapa postur berkendara yang nyaman, menyenangkan, sekaligus membuat rasa lelah tidak cepat hadir:
1. Ride on Position
- Pada posisi ini, tubuh bagian atas pengendara akan lebih santai. Pasalnya posisi punggung yang tegak sehingga dapat menurunkan stress pada bagian bahu, punggung dan leher.
- Contoh pada Honda PCX, posisi setang kemudi yang sedikit lebih tinggi dari posisi pinggul membuat tangan bagian depan lebih rileks. Menurunnya ketegangan pada otot tangan bagian depan memberikan handling yang nyaman dan maksimal.
- Selain itu, posisi lutut yang relatif rata dengan pinggul dapat mengurangi stres atau ketegangan pada paha, ditunjang dengan design jok yang mampu menyangga dengan baik.
2. Leasure Position
- Leasure position adalah posisi di mana kaki dapat berpindah ke bagian depan ketika sedang berkendara.
- Posisi ini dapat digunakan untuk menurunkan ketegangan pada kaki bagian bawah atau betis saat melakukan perjalanan jarak jauh.
- Saat dirasa ketegangan pada kaki bagian bawah sudah membaik atau berkurang, bisa kembali pada posisi Ride On Position.
Berita Terkait
-
Sering Begadang? Intip 5 Krim Mata Pria untuk Atasi Keriput dan Mata Lelah
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Cara Smartwatch Garmin Deteksi Kelelahan 'Tak Kasat Mata' pada Perempuan
-
Tanggung Jawab Tak Terlihat: Beban Emosional Perempuan dalam Keluarga
-
Mengupas Lirik Jiwa yang Bersedih: Pelukan Hangat untuk Jiwa yang Lelah
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
5 Rahasia Vario Evo 160 Terbongkar: Tarikan Makin Buas, Tak Cuma Sekadar Ganti Baju
-
Bayar Pajak Kendaraan di Jawa Barat Kini Bisa Dicicil, Tapi Harus Punya Rekening Bank
-
Tren Baru Komunitas Otomotif Bukan Sekadar Nongkrong Mobil Kini Lirik Olahraga Terkini
-
AISMOLI Desak Pemerintah Beri Kepastian Insentif Motor Listrik Jangka Panjang
-
Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Intip Komparasi Versus Trio Yamaha MAXi 155
-
Apa Bedanya Honda Vario Evo 160 vs Vario 160 Edisi Sebelumnya?
-
Spesfikasi Lengkap dan Harga Honda Vario Evo 160
-
New Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Termurah Rp 28 Juta
-
Infrastruktur SPKLU Masih Jadi Kendala, DFSK Pilih Main Aman dengan Mobil PHEV
-
Kenaikan Harga BBM Dongkrak Penjualan Mobil Listrik di Indonesia