Otomotif / Mobil
Rabu, 15 Juli 2026 | 16:00 WIB
Pengemudi mobil. (Mitsubishi Motors)
Baca 10 detik
  • Mitsubishi menyatakan kelelahan saat mengemudi diakibatkan posisi duduk tidak tepat, bukan sekadar faktor jarak tempuh perjalanan.
  • Pengaturan jarak jok dan sudut sandaran yang ergonomis penting untuk menjaga konsentrasi serta refleks cepat pengemudi.
  • Penyesuaian posisi setir dan sandaran kepala berfungsi untuk meningkatkan kenyamanan berkendara serta mencegah risiko cedera saat benturan.

Suara.com - Pernahkah Anda merasa badan pegal luar biasa setelah berkendara, padahal jarak yang ditempuh tidak terlalu jauh?

Bagi banyak pengemudi yang sering berhadapan dengan kemacetan kota, rasa lelah tersebut sering kali dianggap sebagai hal biasa.

Namun, riset menunjukkan bahwa kelelahan tersebut sebenarnya bukan disebabkan oleh jauhnya perjalanan, melainkan akibat posisi duduk yang kurang tepat saat berada di balik kemudi.

Tanpa disadari, posisi duduk yang salah dapat menurunkan konsentrasi dan membuat respons refleks pengemudi menjadi lebih lambat, yang tentu saja berisiko bagi keselamatan.

"Rasa lelah saat mengemudi sering kali datang bukan karena jarak tempuh yang terlalu jauh, melainkan dari posisi duduk yang kurang tepat," menurut Mitsubishi melalui situs resmi mereka.

Mitsubishi Motors Indonesia pun membagikan panduan bagi para pengguna kendaraan untuk mengatur posisi duduk yang ideal agar perjalanan tetap aman dan nyaman.

Langkah pertama yang paling mendasar dimulai dari pengaturan jarak jok mobil. Posisi duduk yang paling oke adalah ketika kaki Anda dapat menginjak pedal gas dan rem secara penuh tanpa harus meluruskan lutut hingga terkunci.

Ilustrasi Interior Mobil - Interior Mitsubishi Xforce. (Mitsubishi Motors)

Menjaga lutut tetap sedikit menekuk sangat krusial agar kaki bisa bergerak lebih cepat dan responsif dalam situasi darurat. Selain itu, pastikan paha menempel pada dudukan jok dengan tumit yang tetap bertumpu di lantai kabin.

Selain jarak, faktor kenyamanan suhu pada material jok juga memegang peranan penting untuk menjaga fokus.

Baca Juga: Viral Video BYD Tang Terjang Banjir Hingga Komponen Copot Picu Keraguan Keamanan Mobil Listrik

Selanjutnya, perhatikan sudut sandaran punggung Anda. Banyak pengemudi yang menyandarkan punggung terlalu rebah karena dianggap lebih santai, namun hal ini justru membuat Anda kurang sigap saat harus melakukan manuver mendadak.

Sebaliknya, posisi yang terlalu tegak akan memberikan tekanan berlebih pada punggung dan bahu, sehingga otot cepat terasa tegang.

Sudut sandaran yang tepat harus mampu menopang tulang belakang secara alami guna meminimalkan tekanan pada pinggang.

Tidak hanya jok, posisi setir juga harus disesuaikan dengan jangkauan tangan Anda.

Ilustrasi Interior Mobil - Interior Mitsubishi Xforce. (Mitsubishi Motors)

Posisi ideal adalah saat siku sedikit menekuk ketika tangan menggenggam lingkar kemudi, karena pengaturan ini memberikan ruang gerak yang cukup untuk bermanuver tanpa membuat lengan cepat pegal.

Terakhir, jangan abaikan pengaturan headrest atau sandaran kepala. Masih banyak yang menganggap bagian ini hanya aksesori kenyamanan, padahal fungsinya sangat vital untuk melindungi leher dari cedera saat terjadi benturan dari belakang.

Pastikan posisi headrest sejajar dengan bagian atas telinga Anda agar dapat menopang kepala dengan optimal.

Mengatur posisi duduk yang ergonomis sejak awal adalah investasi sederhana untuk keselamatan dan kesehatan jangka panjang.

Load More