Suara.com - Kawasaki turut berbangga dengan ditunjukkan motor mereka menjadi kendaraan dinas di Malaysia.
Dilansir dari Bikesrepublic, Kawasaki KLX 250 menjadi kendaraan dinas tentara Malaysia.
Motor garuk tanah ini akan digunakan sebagai bagian dari OP BENTENG yang sedang berlangsung.
Operasi ini dilakukan untuk mencegah masuknya orang asing yang masuk di daerah perbatasan secara ilegal.
Langkah ini juga dilakukan demi meminimalisir penyebaran virus Covid-19.
Kawasaki KLX 250 ini terbilang beda dari yang lain. Pasalnya motor ini memiliki livery yang cukup unik.
Livery tersebut disesuaikan dengan motif army seperti seragam yang digunakan tentara Malaysia.
Tak cuma bodi saja yang menggunakan livery army. Namun pada bagian suspensi dan knalpotnya dibalut warna corak tentara.
Motor ini diserahkan secara langsung dari Managing Director Kawasaki Malaysia, Dato Jefry Lim kepada Jenderal Tan Sri Datuk Zamrose Mohd Zain.
Baca Juga: Berusia 110 Tahun, Nenek Tertua di Malaysia Ungkap Rahasia Panjang Umur
Motor yang digunakan tentara Malaysia ini secara spesifikasi mirip dengan motor yang dijual di Indonesia.
Motor ini dibekali mesin satu silinder berkapasitas 249 cc DOHC berpendingin cairan.
Dengan mesin tersebut, motor ini mampu memuntahkan tenaga hingga 21 dk dengan torsi maksimal 21 Nm.
Di Indonesia sendiri, motor ini dibanderol seharga Rp 65,1 juta On The Road (OTR) Jakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas