Suara.com - Setelah pemberlakuan stimulus Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM), terlihat pertumbuhan industri manufaktur di sektor penjualan produk otomotif. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian atau Menko Airlangga Hartarto dalam konferensi pers virtual dari Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (7/6/2021).
Dikutip dari kantor berita Antara, pencapaian pertumbuhan ekonomi dan industri manufaktur termasuk industri otomotif telah mengalami kenaikan penjualan mobil hingga 228 persen secara tahunan (year on year atau yoy).
Selain itu,penjualan motor juga melejit 227 persen (yoy) dan indeks penjualan retail mengalami kenaikan 9,8 persen (yoy).
"Kemudian indeks keyakinan konsumen sudah di atas 100. Kami lihat juga pertumbuhan belanja Nasional per akhir April kemarin juga sudah terjadi kenaikan sebesar 60,43 persen,” kata Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Pada kuartal pertama 2021 Indonesia masih mencatat pertumbuhan ekonomi negatif di minus 0,74 persen. Angka ini melanjutkan trend resesi perekonomian sejak kuartal kedua 2020.
Pada APBN 2021 pemerintah mengasumsikan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,5 - 5,5 persen.
Lantas pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua (April-Juni) 2021 dapat mencapai tujuh hingga delapan persen yoy.
Disebutkan bahwa pemulihan ekonomi di kuartal kedua 2021 terus berlanjut, tercermin dari indeks pembelian barang industri manufaktur (Purchasing Manager Index/PMI) Indonesia yang mencapai 55,3 di Mei 2021 atau tertinggi dalam sejarah.
"Kami melihat bahwa proyeksi pertumbuhan tetap diperkirakan antara 6,7 sampai dengan 7,5 persen. Pemerintah menyakini bahwa kuartal kedua ini kita mampu pada tujuh sampai delapan persen," tutur Airlangga Hartarto.
PMI manufaktur Indonesia pada bulan kelima ini berada di atas PMI manufaktur ASEAN yang berada di level 51,8.
Baca Juga: Tesla Model S Plaid Plus Secara Resmi Batal Melantai
Indonesia juga mencatat kenaikan PMI manufaktur yang lebih tinggi dibanding negara-negara lain di Asia Tenggara. Berikut ranking di kawasan ASEAN:
- Indonesia: 55,3
- Vietnam : 53,1
- Malaysia: 51,3
- Singapura: 51,7
- Filipina: 49,9
- Thailand: 47,8.
Tag
Berita Terkait
-
KAI Catat Rekor Lebaran 2026, Layani 5,08 Juta Penumpang
-
Dua Pekan Lagi OJK Mau Geruduk Kantor MSCI, Apa yang Dibahas?
-
Dipuji Pemain Ligue 1, Dony Tri Pamungkas Berpeluang Lanjutkan Karier di Eropa?
-
3 Negara Kuat yang Absen di Piala Dunia 2026 Bisa Jadi Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday
-
Daftar Skuad Timnas Futsal Indonesia di Piala AFF 2026, Ada Muhammad Albagir
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
3 Fakta Kenapa Honda BeAT Dicap Motor Pelit Fitur, Strategi atau Efisiensi?
-
Teknologi New Veloz Hybrid yang Perlu Pengguna Pahami
-
5 Skutik Entry-Level Super Irit BBM Terbaru 2026 Banderol Kaki Lima
-
Honda Jazz 2026 Menjelma Jadi Karya Seni Berkat Sentuhan Kreatif Desainer Muda
-
5 Mobil Hybrid Super Irit Bensin Keluaran 2026 yang Harga Tak Bikin Kecewa
-
Dominasi Mobil Jepang Runtuh Dampak Serbuan Kendaraan Listrik Tiongkok di Australia
-
7 Motor Listrik Roda Tiga Tertutup, Bisa Muat Banyak Siap Terjang Panas dan Hujan
-
BBM Subsidi Dibatasi 50 Liter, Cukup Buat Kerja Bolak-Balik Jakarta-Bandung Pakai Mobil Pribadi?
-
BMW Ragukan Inovasi Pengisian Daya Super Cepat Milik BYD Karena Risiko Baterai
-
Solusi untuk yang Susah Move On dari Vario: Ini 5 Motor Listrik yang Sekilas Mirip, Harga Beda Tipis