Suara.com - Sebagai bahan bakar, keberadaan bensin mutlak dibutuhkan sepeda motor. Akan tetapi, tidak jarang pengguna yang lalai atau sengaja membiarkan tangki sampai tiris habis atau kosong melompong sebelum diisi kembali.
Sejatinya, kebiasaan ini memberikan dampak buruk terhadap motor. Mengutip Wahana Honda, ada beberapa hal buruk yang bisa muncul dari membiarkan tangki motor kering. Antara lain timbul karat, sampai fuel pump terancam rusak.
Bila sudah demikian, silakan pusing membaca tagihan perbaikan tangki sepeda motor.
Berikut macam-macam dampak buruk membiarkan tangki sepeda motor kosong:
1. Tangki motor akan berkarat
- Tangki yang jarang diisi bahan bakar secara penuh akan mudah berkarat. Karena kandungan bahan bakar juga mengandung air di dalamnya, ketika mengering, tangki berbahan dasar besi akan mengalami oksidasi.
- Usahakan tangki motor terendam bahan bakar yang cukup.
2. Kotoran akan mengendap
- Ketika tangki sudah berkarat, kotoran pasti akan menumpuk dan mengendap di antara bahan bakar.
- Oleh karena itu, biasanya motor yang sudah lama tidak dipakai mesti dikuras tangkinya terlebih dahulu. Supaya kualitas bahan bakar yang ada nantinya tidak terganggu oleh kotoran yang muncul dari karat tadi.
- Biaya menguras bensin di bengkel berkisar Rp 30.000 sampai dengan Rp 50.000.
3. Fuel Pump bisa kena
- Karena tangki yang berkarat dan kotor tadi, fuel pump dari sepeda motor bisa jadi terkena imbasnya. Fuel pump ini berfungsi sebagai pengatur distribusi dari tangki ke mesin.
- Jika fuel pump terus ditumpuki oleh kotoran, lama-lama motor bisa ngadat sampai tidak bisa nyala.
4. Menyebar ke karburator atau injektor
- Seperti sebuah penyakit menular, ketika fuel pump sudah terinfeksi oleh kotoran-kotoran yang mengendap di dalamnya, karburator maupun injektor bisa kena dampaknya.
- Karburator dan injektor ini adalah tempat pembakaran bensin. Ketika terjadi proses pembakaran bahan bakar, udara dan api yang dihasilkan oleh busi dari motor akan dikonversi menjadi tenaga yang bisa membuat mesin motor bergerak.
- Bila mengalami kondisi ini, biaya perbaikan yang harus dikeluarkan tidak murah.
Baca Juga: Suzuki Kembali Produksi Tangki Katana, Jawab Kebutuhan Pencinta Motor Klasik
Berita Terkait
-
Kabar Gembira! Harga Solar untuk Nelayan Resmi Dipatok Rp15.000 per Liter
-
Riset ITS Kembangkan Bensin Sawit: Seberapa Besar Peluangnya Menggantikan BBM Fosil?
-
B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan
-
BBM B50 Resmi Mengaspal, Target Stop Impor Solar Makin Dekat
-
Rumah Kosong di Banjarmasin Jadi Saksi Bisu: Mengapa 'Ngelem' Kembali Marak di Kalangan Remaja?
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim