Suara.com - CEO Toyota, Akio Toyoda mengungkapkan rencana pemerintah Jepang untuk memangkas emisi karbon dengan beralih kepada kendaraan listrik akan menimbulkan masalah bagi negara.
"Jepang adalah negara yang bergantung pada ekspor. Jadi netralitas karbon sama saja dengan masalah ketenagakerjaan di Jepang," ujar Akio Toyoda.
Menurut Inside EVs, Akio Toyoda menyampaikan kepada para pelaku industri otomotif bahwa transisi menuju kendaraan sepenuhnya listrik adalah kesalahan yang mahal.
"Jika mereka (pemerintah Jepang) mengatakan mesin pembakaran internal adalah musuh. Kami tidak akan mampu memproduksi hampir semua kendaraan," tegasnya.
Pemerintah Jepang berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon pada 2030 atau delapan tahun dari sekarang.
Pemerintah Negeri Sakura juga telah menargetkan bila Jepang harus mencapai netral karbon pada 2050.
Lebih lanjut, Toyoda berpendapat bahwa setiap negara harus mampu mengurangi emisi dengan cara apa pun yang dianggap cocok, selama tujuannya tercapai.
"Untuk mengurangi emisi karbon dioksida, diperlukan inisiatif praktis dan berkelanjutan yang sejalan dengan situasi yang berbeda di berbagai negara dan kawasan," ungkapnya.
Untuk itu, Toyoda mengatakan bahwa kendaraan hybrid masih memiliki kontribusi signifikan terhadap netralitas karbon, meskipun dilengkapi mesin pembakaran internal.
Baca Juga: Dipinang Audi, Driver Kenamaan Ken Block Bakal Terjun di Reli Mobil Listrik
Karena hybrid lebih terjangkau daripada kendaraan listrik dan bisa menembus pasar di mana infrastruktur pengisian belum sepenuhnya terpenuhi.
Berita Terkait
-
Profil Timnas Jepang: Samurai Biru Siap Bikin Geger di Piala Dunia 2026
-
Tips Aman Menyebrang Rel Kereta Api Gunakan Mobil Hybrid, Apakah Sama dengan Mobil Listrik ?
-
Honda Berpotensi Merugi Pasca Batalkan Proyek Pabrik Mobil Listrik Rp 179 Triliun
-
Mobil Listrik dan Mobil Hybrid Perlu Radiator Coolant Khusus Agar Tidak Overheat
-
Cuma Segelintir, Ini Deretan Mobil Listrik dengan Baterai Nikel di Indonesia
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bahaya Kebiasaan Menunda Isi Bensin Mobil yang Sering Diabaikan Pengendara
-
Daftar 13 SPBU yang Sudah Tidak Jual Pertalite Lagi
-
Telat 1 Hari Bayar Pajak Motor, Apakah Kena Denda? Begini Penjelasannya
-
KBA Servis Gratis Mesin Tempel Yamaha Perkuat Sektor Maritim Nasional
-
Tips Aman Menyebrang Rel Kereta Api Gunakan Mobil Hybrid, Apakah Sama dengan Mobil Listrik ?
-
Motor Listrik Bisa Tekan Konsumsi BBM, Ini 4 Pilihan Model Mulai Rp 13 Jutaan
-
Honda Berpotensi Merugi Pasca Batalkan Proyek Pabrik Mobil Listrik Rp 179 Triliun
-
Terpopuler: Subsidi Motor Listrik Jalan Lagi, Deretan Mobil Berbaterai Nikel
-
Menyibak Pesona Motor Italia Sekelas Vixion tapi V-Twin, Harga Masih Jadi Misteri
-
Mengenal Silsilah QJ Motor di Indonesia: Merek Mana Saja yang Masih Satu Klan?