Suara.com - GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) seri pemungkas yang berlangsung di Kota Pahlawan diberi tajuk GIIAS Surabaya 2021. Dibuka secara resmi oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada Kamis (9/12/2021) dan pameran berlangsung di Grand City Convex, Jalan Gubeng Pojok No 1, Surabaya.
Sebelumnya, di akhir pekan lalu, Sabtu (4/12/2021), telah terjadi erupsi Gunung Semeru, di Kabupaten Lumajang. Duka mendalam pun turut serta dirasakan GAIKINDO atas terjadinya bencana alam ini.
Dalam sambutannya pada opening ceremony GIIAS Surabaya 2021, Ketua Umum GAIKINDO, Yohannes Nangoi menyampaikan rasa prihatin dan turut berbelasungkawa atas korban jiwa dalam erupsi gunung tertinggi di Pulau Jawa itu.
"Kami berharap bencana tersebut dapat segera teratasi dan kondisi masyarakat sekitar dapat segera kembali normal," ungkap Yohannes Nangoi, seperti dikutip Suara.com dari rilis resmi Seven Event.
Untuk sedikit membantu meringankan penderitaan para korban dan mempercepat proses pengembalian kondisi normal masyarakat sekitar Gunung Semeru, dengan arahan Menteri Perindustrian, GAIKINDO atas nama industri otomotif Indonesia membuat sebuat deklarasi. Yaitu akan menyerahkan seluruh hasil penjualan tiket pameran GIIAS Surabaya 2021 bagi para korban bencana erupsi Gunung Semeru.
Dalam acara pembukaan GIIAS Surabaya 9 Desember 2021 di Grand City Convex, Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita didampingi Ketua Umum GAIKINDO, Yohannes Nangoi memberikan secara simbolis donasi dari hasil penjualan tiket GIIAS Surabaya 2021 ini kepada Gubernur Jawa Timur yang diwakili oleh Plh. Sekretaris Daerah Jawa Timur, Heru Tjahjono.
Berita Terkait
-
Implementasi 'Menambang dengan Hati', NHM Sukses Fasilitasi Operasi Jantung Warga Doro di Jakarta
-
Ekspor Mobil Buatan Indonesia Tancap Gas, Naik 31,4 Persen
-
Diam-diam Pasar Mobil PHEV Meledak di 2026, Naik Nyaris 400 Persen
-
Greenwashing: Saat Produk Ramah Lingkungan Justru Dorong Konsumsi Berlebih
-
FOMO Gaya Hidup Zero Waste: Peduli Lingkungan atau Takut Ketinggalan Tren?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Yamaha Gear Ultima Buktikan Skutik Kompak Bisa Tangguh di Jalur Perkotaan Maupun Pedesaan
-
Kenaikan Harga BBM Diklaim Tak Berikan Dampak Terhadap Penjualan Mobil Premium
-
Yamaha R15 Paket Hemat Harga Tak Sampai 30 Juta, tapi Joknya Nyambung
-
Andalkan Autopilot, Mobil Listrik Xiaomi Pecah Rekor Sirkuit
-
Hyundai Ioniq 5 Setara BYD Apa? Kini Harganya Lebih Murah 150 Jutaan
-
Gebrakan BMW Indonesia Rilis Tiga Mobil Kencang untuk Pecinta Adrenalin
-
Ambisi Akio Toyoda Pertahankan Mesin Bensin Dinilai Bisa Jadi Ancaman Bagi Masa Depan Toyota
-
Muka Mirip Lamborghini, Berapa Jarak Tempuh Hyundai Ioniq V Terbaru?
-
Harga 8 Jutaan Setara DP Vario Evo 160, Intip 7 Motor Anti Cupu Cocok untuk Pelajar
-
Mobil Listrik Shell Bisa Isi Daya Cuma 10 Menit, Apa yang Beda Dibanding EV Biasa?