Suara.com - Kiprok atau yang juga dikenal dengan istilah rectifier regulator ini salah satu komponen penting dalam kendaraan motor. Jika kiprok rusak, maka sistem kelistrikan pads motor akan terganggu. Lantas, apa gejala kiprok rusak? Begini penjelasannya.
Diketahui, kiprok merupakan komponen motor dalam sistem kelistrikan. Adapun fungsi kiprok yaitu mengubah rectifier (arus) listrik bolak-balik (Alternating Current/AC) jadi rectifier listrik searah (Direct Current/DC). Kiprok ini memiliki tugas utama menyuplai rectipier listrik guna mengisi aki motor.
Lantas, bagaimana kalau kiprok rusak? Nah, untuk mengetahui rusak atau tidak, berikut ini gejala kiprok rusak yang penting untuk diketahui pengguna motor yang dilansir dari berbagai sumber.
1. Aki tekor
Gejala awal kiprok rusak input listrik tidak mampu menutup penggunaan kelistrikan pada motor, sehingga listrik yang ada dalam baterai tersedot serta aki drop voltage. Jika ini terjadi, maka starter tak dapat menyala serta klakson juga terasa sember.
2. Lampu redup saat dinyalakan
Gejala kiprok rusak berikutnya lampu atau beberapa komponen kelistrikan lainnya redup saat dinyalakan. Cahaya lampu tersebut dapat terang kembali jika motor digas mencapai RPM tinggi. Namun, hal ini menyebabkan aki tekor. Meski gejala pada fase ini belum terlalu membahayakan, namun kondisi ini cukup menganggu jika tidak segera di atasi.
3. Motor tiba-tiba mogok
Jika kiprok rusak, maka tak ada komponen yang dapat menyuplai apa yang dibutuhkan kelistrikan pada sepeda motor. Hal itu dapat menyebabkan motor mogok tiba-tiba atau lampu spedometer tiba-tiba mati karena m tegangan aki sudah drop. Jika demikian, mesin tidak lagi dapat dihidupkan.
Baca Juga: Polusi Meningkat, Dapatkah Pajak Kendaraan Bermotor Mengatasinya?
4. Overcharging
Gejala lainnya untuk mengetahui kiprok rusak yaitu skiprok motor mati atau lemah. Selain itu, regulator bisa juga mengalami overcharging, Overcharge ini adalah Kondisi dimana kiprok tak mampu mengatur besaran rectifer (arus) listrik dari altenator.
Hal tersebut menyebabkan timbul beberapa gejala saat RPM tinggi. Adapun beberapa gejala tersebuy yakni lampu langsung putus dan suara mesin kasar.
Nah, demikian informasi mengenai gejala kiprok rusak yang penting untuk diketahui pengguna motor. Semoga bermanfaat.
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Terpopuler: Mobil Bekas yang Aman Pakai Pertalite, Biaya Isi Pertamax Full Tank untuk Skutik Honda
-
Modus Penipuan 'Sekrup' di SPBU Bikin Tekor Konsumen, Apa Itu?
-
Daftar Penyakit Avanza Lawas Menurut Pakar, Kini Harganya Cuma Segini
-
Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
-
IPONE Goda Penggemar Modikasi di Bandung dengan Produk Eksklusif
-
Atap Bocor dan Suspensi Keras: Begini Jawaban Teknis Pindad Jawab Keluhan Presiden Prabowo
-
Motul Perkuat Hubungan dengan Komunitas Otomotif Lewat Ajang BBQ Ride 2026
-
Harga Pertamax Naik, Ini Pilihan Mobil Bekas yang Masih Aman Minum Pertalite
-
Rincian Biaya Full Tank 7 Skutik Honda di Kala Pertamax Meroket, Paling Murah Rp60 Ribuan
-
Sinergi Bajaj Adira Finance: Dorong Ekonomi Lokal dan Perluas Kepemilikan Kendaraan Roda Tiga