Suara.com - Kembali pada 17 Desember, Polisi Delhi mengatakan mereka menangkap geng pencuri mobil mewah, mengakhiri apa yang terdengar seperti operasi yang cukup.
Dilansir dari Motorious, baru-baru ini terungkap bahwa kendaraan yang dicuri dari Delhi dijual di Manipur, Indore, dan bagian lain India.
Polisi di India mengatakan dalang di balik seluruh operasi itu berada di luar negeri. Mereka menyebut Sharik Hussain sebagai gembong, seorang pria yang telah tinggal di Dubai.
Orang-orang India setempat ditangkap selama penggerebekan. Diduga Hussain merekrut orang-orang ini untuk melakukan pekerjaan kotornya saat dia duduk di luar negeri, mengambil untung dari kesalahan mereka.
Modusnya, seorang pria bekerja di sebuah garasi di mana dia membeli sejumlah kendaraan dari perusahaan asuransi.
Dari sana, dia akan mengirimkan perintah kepada geng untuk mencuri merek dan model yang sama dengan mobil-mobil yang dijumlahkan, kemudian akan menukar nomor VIN.
Yang diperlukan untuk menjatuhkan organisasi itu hanyalah menangkap salah satu pencuri dan menginterogasinya, memberi tahu polisi tentang seluruh operasi.
Pihak berwenang membentuk dua tim polisi untuk melacak dan menangkap geng tersebut. Sebuah laporan lokal mengindikasikan 21 mobil mewah telah ditemukan dari operasi, senilai sekitar 671.000 dolar AS atau sekitar Rp 9,6 miliar lebih.
Salah satu media lokal mengatakan bahwa masalahnya adalah jaksa bersikap mudah terhadap pencuri mobil, sehingga mereka bisa keluar dari penjara, membayar denda kecil, dan kembali 'kambuh'.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
Terkini
-
Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia
-
Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?
-
Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati
-
Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
-
Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus
-
3 Hal Seru di Film Sihir Tanah Kubur: Kiesha Alvaro Rapal Mantra hingga Perubahan Shareefa Daanish
-
Buenos Aires Rusuh! Argentina Kalah di Final Piala Dunia 2026, Suporter Ngamuk, 2 Orang Tewas
-
Usulan CCTV Berbasis AI, Solusi Pantau Juru Parkir Bandel Jakarta
-
Berkas Perkara Rampung, Polda Jabar Segera Serahkan Taufik Hidayat ke Kejaksaan
-
Buntut Aksi 'Bogor Bersih LGBT', Pemerintah Warning Kelompok Pemuda yang Main Hakim Sendiri