Suara.com - Saat memilih mobil yang ditampilkan pada showroom atau website resmi, biasanya Anda akan menemui beberapa kode yang tersemat pada produk tersebut. Salah satu kodenya adalah CKD. Tapi apa itu mobil CKD yang tertera pada laman penawaran? Apakah ini kode khusus untuk menandakan sesuatu?
Jawabannya adalah ya, CKD merupakan kode khusus untuk menandakan suatu mobil yang dirakit di dalam negeri. Completely knocked down, merupakan kepanjangan dari istilah CKD itu sendiri. Berikut sedikit penjelasannya.
Apa Itu Mobil CKD
Pertanyaaan apa itu mobil CKD bisa dijawab sebagai berikut, yakni mobil yang dirakit di dalam negeri dengan komponen berasal dari luar negeri. Komponen ini dikirim secara terpisah untuk mengurangi biaya pajak, sehingga unit mobil CKD sendiri cenderung memiliki harga yang lebih terjangkau.
Meski demikian, bukan berarti komponen mobil CKD benar-benar berpajak ringan. Beberapa komponen yang memang memiliki nilai pajak tinggi, tetap dikenakan demikian demi keseimbangan perdagangan.
Lalu Apa Kelebihannya?
Salah satu penyebab mengapa mobil ini dirakit di dalam negeri adalah karena permintaannya yang besar di pasar domestik. Meski demikian, terdapat beberapa kelebihan dari mobil CKD ini.
1. Harga Terjangkau
Mengingat mobil ini diproduksi secara masal dan menjadi produk konvensional bagi brand, maka harganya cenderung terjangkau daripada mobil yang diimpor secara utuh dari luar negeri. Biaya produksi yang lebih murah dan permintaan yang besar memungkinkan produk dijual pada harga yang terjangkau.
2. Mudah Merawatnya
Berangkat dari jumlah penggunanya yang besar, otomatis fasilitas dan suku cadang untuk mendukung perawatan juga akan tersedia secara luas. Hal ini memungkinkan Anda atau pemilik mobil CKD, bisa dengan mudah melakukan perawatan dan biayanya juga terjangkau.
Berikut Sedikit Kelemahannya
Tidak lengkap rasanya jika membahas apa itu mobil CKD hanya fokus pada definisi dan kelebihannya saja. Meski memiliki harga yang terjangkau, namun mobil jenis CKD juga memiliki sedikit kelemahan.
Mulai dari harga jual kembali, kualitas secara umum jika dibandingkan dengan mobil completely built up, hingga performa yang tidak begitu impresif.
Itu tadi sedikit penjelasan untuk menjawab apa itu mobil CKD yang mungkin jadi pertanyaan Anda juga. Semoga artikel ini bermanfaat, dan selamat menjalankan aktivitas!
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Keamanan Konsumen Terancam Honda Tarik Satu Juta Unit Kendaraan Karena Masalah Serius
-
Harga BYD M6 DM di bawah Rp300 Juta, Lebih Murah dari Toyota Veloz Hybrid
-
Strategi Yamaha Banjir Promo di Jakarta Fair 2026 Redam Dominasi Pesaing
-
Menguji Iritnya Honda PCX 160 RoadSync dalam Touring ke Rancabali
-
Meksiko Tantang Pasar Otomotif Dunia Lewat Mobil Listrik Nasional Seharga LCGC
-
Lonjakan Ekspor Mobil China Ancam Dominasi Global Saat Harga BBM Melambung Tinggi
-
Gajah Tunggal Rilis Ban Zeneos Starize Baru Ukuran 13 Inci dan 14 Inci
-
Perbedaan Spesifikasi, Fitur dan Harga 5 Varian Kawasaki KLX Terbaru: Kini Ada Versi XPL
-
Kawasaki Luncurkan Motor Matic hingga Mobil Seharga Miliaran, Intip Spesifikasinya
-
BYD Incar Tahta Tertinggi Mobil Laris Milik Toyota, Target 5 Tahun