Suara.com - Masyarakat yang hendak melakukan perjalanan mudik Lebaran dihimbau untuk lebih dulu memantau arus lalu lintas sebelum melakukan perjalanan.
Hal ini perlu dilakukan agar masyarakat tidak terjebak macet berkepanjangan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan aplikasi peta digital seperti Google Maps sebagai sumber informasi.
Menurut akun instagram Korlantas Polri, aplikasi peta digital diklaim bisa memberikan informasi terkini, termasuk soal adanya diskresi kepolisian di jalan tol terkait rekayasa lalu lintas selama puncak arus mudik berlangsung.
"Periksa Google Maps Kamu sebelum mudik lebaran. Karena Google Maps sudah mengikuti strategi Diskresi Kepolisian," tulis dalam akun resmi ntmc_polri.
Seperti diketahui, sampai hari ini, Sabtu (30/4), masih terjadi sejumlah titik kemacetan terutama di jalan tol menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Sebagai informasi, para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi mulai memadati Jalan Tol Jakarta-Cikampek mulai Rabu (27/4).
Akibatnya, sempat terjadi kemacetan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek. Penyebab kemacetan di antaranya ialah jumlah rest area yang kurang dibandingkan dengan jumlah kendaraan.
Selain itu, penyebab kemacetan lainnya ialah terjadinya pertemuan antara kendaraan yang hendak keluar dari Jalan Tol Layang Mohammed bin Zayed (MBZ) dengan kendaraan yang melintas dari bawah di Km 46. Akibatnya, kendaraan yang melintas di Km 47 harus tertahan.
Baca Juga: Hingga H-2 Lebaran, 1,8 Juta Tiket Kereta Api Ludes Terjual Pada Momen Mudik Tahun Ini
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Studi Ungkap Cuaca Ekstrem Bisa Pangkas Jarak Tempuh Mobil Listrik dan Mobil Hybrid
-
Bahaya Kebiasaan Menunda Isi Bensin Mobil yang Sering Diabaikan Pengendara
-
Daftar 13 SPBU yang Sudah Tidak Jual Pertalite Lagi
-
Telat 1 Hari Bayar Pajak Motor, Apakah Kena Denda? Begini Penjelasannya
-
KBA Servis Gratis Mesin Tempel Yamaha Perkuat Sektor Maritim Nasional
-
Tips Aman Menyebrang Rel Kereta Api Gunakan Mobil Hybrid, Apakah Sama dengan Mobil Listrik ?
-
Motor Listrik Bisa Tekan Konsumsi BBM, Ini 4 Pilihan Model Mulai Rp 13 Jutaan
-
Honda Berpotensi Merugi Pasca Batalkan Proyek Pabrik Mobil Listrik Rp 179 Triliun
-
Terpopuler: Subsidi Motor Listrik Jalan Lagi, Deretan Mobil Berbaterai Nikel
-
Menyibak Pesona Motor Italia Sekelas Vixion tapi V-Twin, Harga Masih Jadi Misteri