Suara.com - Chief Operating Officer Nissan Motor Corporation, Ashwani Gupta krisis cip semikonduktor saat ini sudah masuk pada fase new normal.
Menurutnya, saat ini hampir semua orang tahu mobil baru kesulitan untuk mendapatkan pasokan chip semikonduktor. Dengan begitu kurangnya pasokan chip bukan lagi hal yang aneh bagi perusahaan otomotif.
"Kekurangan chip global tidak akan hilang dalam semalam. Persediaan terbatas yang ada merupakan normal baru," ujar Ashwani Gupta dikutip dari Autoevolution pekan ini.
Lebih lanjut, Gupta melihat, masalah cip semikonduktor tidak akan berakhir dalam waktu cepat. Bahkan masalah ini belum akan berakhir sampai akhir tahun ini.
"Kekurangan cip kemungkinan akan tetap menjadi masalah besar hingga setidaknya 2024," ungkapnya.
Krisis cip semikonduktor global membuat produsen otomotif mengurangi atau memangkas pemakaiannya sehingga lini produksi bisa terus beroperasi. Langkah ini antara lain dilakukan oleh Ford Motor Company, General Motors, BMW, dan beberapa perusahaan lainnya.
Tercatat General Motors memilih untuk tidak menyertakan fitur pengisian daya nirkabel, radio HD, serta modul bahan bakar pada mobil-mobil barunya.
Sementara Cadillac tidak menyertakan fitur hands-free untuk Escalade keluaran tahun 2022. Kemudian BMW juga mulai mengirimkan beberapa mobil tanpa layar touchscreen.
Kekinian, sebagaimana dikutip dari Automotive News, Ford Motor Company bakal memasarkan dan mendistribusikan Ford Explorer tanpa chip operasional pendingin ruangan (AC) di bangku baris kedua.
Baca Juga: Geely China Siap Akuisisi Renault Korea Motors, Beli 34 Persen Saham Senilai 207 Juta Dolar Amerika
Tag
Berita Terkait
-
Dulu Sungkan Merger Kini Mau Jadi Partner, Honda dan Nissan Siap Kembangkan Kendaraan 'Next Gen'
-
Nasib Aliansi Honda Nissan Mitsubishi Terganjal Pengaruh Renault di Tengah Bayangan Kerugian
-
Honda, Nissan dan Mitsubishi Jalin Kerja Sama, Ada Udang di Balik Batu
-
Reinkarnasi Nissan Juke Pakai Mesin 1300cc Turbo? Begini Bocorannya
-
Mobil Listrik Tapi Bebas Cas di SPKLU? Buktikan Sendiri Sensasi Nissan e-POWER di Yogyakarta
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Blokade Laut AS ke Iran Masih Berlaku, Pasukan Donald Trump Siaga Tempur
-
Pemerintah Punya Tiga Opsi Hadapi Tekanan Fiskal, Salah Satunya Tambah Utang
-
Memahami Zeus's Law dalam Film The Odyssey, Penyederhanaan Xenia Epos Homer
-
Belum Ada Kuota Khusus, Penyandang Disabilitas Tertinggal di Program Andalan Prabowo
-
Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel
-
Bisakah Laut Serap Lebih Banyak Karbon? Ilmuwan Uji Cara Baru Hadapi Perubahan Iklim
-
4 Micellar Water Probiotic Jaga Keseimbangan Skin Barrier pada Kulit Kering
-
Berdayakan UMKM Lokal, BRI Hadirkan Pelatihan Terpadu Lewat Rumah BUMN Demak
-
Viral Denda Ban Gundul Rp250 Ribu, Korlantas Polri Ungkap Fakta Sebenarnya
-
Survei SMRC Beberkan Dua Faktor Utama Kepuasan Publik ke Presiden Prabowo Anjlok Tajam