Suara.com - Geely Automobile Holdings China bakal mengakuisisi sekitar 34 persen saham Renault Korea Motors, dengan nilai 264 miliar won atau sekira 207,16 juta dolar Amerika Serikat (AS). Tujuannya adalah langkah ekspansi ke pasar kendaraan listrik di Korea Selatan.
Dikutip kantor berita Antara dari rilis resmi Renault, Renault Korea Motors akan menerbitkan 45,4 juta saham seharga 5.818 won per saham kepada unit keuangan Geely, Centurion Industries Limited.
Sementara Renault Korea Motors sendiri adalah sebuah unit dari produsen mobil Prancis Renault Group. Yang termasuk dalam Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi.
Sebelumnya, pihak Renault dan Geely telah menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang peluang membuat mobil hybrid bersama.
Kedua belah pihak sepakat mengembangkan mobil hybrid dan listrik dengan fokus pasar China dan Korea Selatan untuk tahap awal, sebagaimana dikutip dari kantor berita Antara tahun lalu.
Di Korea Selatan, di mana Renault Samsung Motors memiliki pengalaman lebih dari dua dekade, MoU ini memungkinkan Renault Group dan Geely Holding bersama-sama mengeksplorasi lokalisasi kendaraan berdasarkan platform kendaraan hemat energi Lynk & Co di pasar lokal.
Kerja sama ini akan memungkinkan Grup Renault dan Geely Holding untuk berbagi sumber daya dan teknologi. Fokusnya adalah pada kendaraan hybrid di pasar Asia yang tumbuh cepat.
Mengikuti adopsi oleh strategi opensource Geely Holding untuk arsitektur kendaraan lengkapnya, Geely Holding akan bermitra dengan Grup Renault di pasar China dan Korea.
Untuk strategi di Negeri Tirai Bambu, berdasarkan teknologi yang dimiliki Geely Holding dan jejak industrinya, kedua belah pihak akan memperkenalkan mobil hybrid dalam brand Renault.
Baca Juga: Renault Austral Siap Meluncur, Alpine Menjadi Versi Tertinggi
Sementara Renault akan berkontribusi pada strategi branding, pengembangan saluran dan layanan, untuk menentukan alur layanan bagi konsumen produk hybrid mereka.
Berita Terkait
-
Kemlu China Peringatkan AS, Sebut Perang Iran Tak Seharusnya Terjadi
-
Donald Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka
-
Siasat Cerdik China Ganti Nama Marco Rubio agar Bisa Masuk Meski Masih Kena Sanksi
-
Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita
-
Belum Kapok, Shin Tae-yong Siap Lanjutkan Karier Kepelatihan di Indonesia
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Yadea Siapkan Peluncuran Motor Listrik Jarak Jauh untuk Pasar Indonesia
-
Tantangan Efisiensi Logistik dan Cara Isuzu Pangkas Konsumsi BBM Truk Hingga Jutaan Rupiah
-
Eksplorasi Gerbang Pulau Sumatera Bersama MAXI Tour Boemi Nusantara
-
Rahasia Bikin Ban Mobil Tetap Awet dengan Teknik Rotasi dan Spooring yang Tepat
-
Fenomena Yamaha Tmax Tetap Jadi Buruan Walau Seharga Innova Reborn
-
Tips Hadapi Macet Tanjakan Saat Libur Panjang Gunakan Suzuki Grand Vitara
-
Apakah Hari Ini Ada Ganjil Genap? Ini Aturan Tanggal 14-17 Mei 2026
-
Yogyakarta Jadi Saksi, Indomobil eMotor Jawab Keraguan Harga Hingga Baterai yang Tembus 140 Km
-
Terpopuler: 5 Mobil Bekas Pajak Rp1,5 Jutaan untuk Keluarga Kecil, Keunikan Honda Navi 2026
-
Bukan LCGC! Hatchback 1.200cc DOHC Ini Tembus 21 Km/Liter, Bekasnya Cuma Rp 65 Jutaan