Suara.com - Sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan pemotor Honda BeAT mengalami nasib apes saat berada di area pagelaran seni kuda lumping. Pemotor tersebut harus kena apes jadi korban amuk pemain kuda lumping.
Aksi ini diabadikan dalam sebuah unggahan akun Facebook @Sewu Bambu dan menjadi viral di media sosial.
Awalnya terlihat pemotor Honda BeAT berhenti di belakang mobil. Ia membawa anak dan istrinya yang sama-sama berada di atas motor.
Tiba-tiba, segerombolan pemuda dan beberapa pemain kuda lumping berlari dengan cukup kencang menghampiri pemotor Honda BeAT tersebut.
Lalu salah satu pemain kuda lumping berlaku anarkis dan menendang motor Honda BeAT tersebut dengan kakinya sembari membawa kuda lumping.
Beberapa pemuda berusaha menghalangi pemain kuda lumping tersebut untuk tidak menendang pemotor Honda BeAT tersebut.
Salah satu dari pemuda menyuruh untuk pemotor Honda BeAT tersebut untuk menjauh dari lokasi kejadian. Ia pun menurutuinya dan kemudian kabur melalui gang di sekitar lokasi.
Pemain kuda lumping itu pun masih mencoba untuk kembali membuat pemotor Honda BeAT tersebut panik dengan cara menendang.
Tetapi segerombolan pemuda tersebut terus menghalanginya dan akhirnya aksinya berhasil digagalkan.
Insiden ini pun menjadi sorotan publik. Beberapa warganet lalu membanjiri komentar di postingan tersebut.
"Kasian anak kecilnya ketakutan gitu mukanya.. semoga jgn sampe trauma," tulis @Sha***.
"Sungguh memalukan merusak citra seni," beber @Sar***.
"Jangan merusak citra Seni dan budaya, kasian pendahulu yang berjuang memperkenalkan seni untuk menghibur, menceritakan sejarah bahkan berdakwah," timpal @Alw***.
"Cumak mancal montor...kecuali spionnya dimakan sepelek peleknya, itu baru kesurupan asli...itu cuma iri liat keluarga bahagia boncengan pake motor," celetuk @Nur***.
Untuk melihat video selengkapnya, klik DI SINI!
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Update Harga Emas Antam Hari Ini: Stabil di Level Rp2.603.000 per Gram
-
5 Zodiak Paling Beruntung Hari Ini 3 Agustus 2026: Peluang Dapat Sumber Uang Baru
-
Cha Eun Woo Ajukan Banding atas Ketetapan Pajak, Agensi Beri Tanggapan
-
Timnas Indonesia vs Vietnam, Rizky Ridho: Kunci Bisa Menang Jangan Mau Diprovokasi
-
Tragedi Petugas Damkar di Kramat Jati Jadi Alarm Bahaya Sampah Ilegal di Jakarta
-
Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak
-
Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang
-
Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue
-
Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan
-
Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan