Suara.com - PT Honda Prospect Motor (HPM) menyebutkan bahwa peminat Honda HR-V harus sedikit bersabar mengingat terjadinya inden untuk mendapatkan unit.
Bahkan untuk varian tertentu, seperti dikatakan Business Innovation and Sales & Marketing Director HPM, Yusak Billy, inden Honda HR-V sampai September.
"Untuk yang two tone itu indennya bisa sampai September di Jakarta. Tapi kembali lagi setiap daerah beda-beda," jelas Yusak Billy, dalam virtual conference, baru-baru ini.
Namun demikian, Billy menegaskan, aktivitas produksi di pabrik Honda terus ditingkatkan secara berkala. Dengan demikian, diharapkan waktu tunggu unit baru tidak terlalu lama.
"Produksi kami juga naik secara berkala. Bulan ini 1.800 unit, meningkat dari bulan sebelumnya 1.500 unit, kemudian Juni ditingkatkan lagi ke 2.000 lalu Juli bila tidak ada hambatan ditambah lagi," ungkapnya.
Sejak pertama kali diluncurkan, PT HPM menyatakan bila Honda HR-V mendapatkan respon positif dari konsumen. Tercatat Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) Honda HR-V telah mencapai 8 ribu unit.
Sebagai informasi, Honda HR-V teranyar mengusung mesin 1.5L DOHC i-VTEC turbo yang menghasilkan tenaga 121 PS pada 6.600 rpm dan torsi maksimum 145 Nm pada 4.300 rpm.
Model ini juga dilengkapi fitur modern seperti Remote Engine Start, Walk-Away Auto Lock, Smart Entry System dan Auto Foldable Door Mirror dilengkapi LED Turning Signal.
Baca Juga: Prioritaskan Produksi Brio, Honda Sebutkan Tetap Tawarkan Satu Tipe Mobilio
Di Indonesia harga Honda HR-V dipatok mulai Rp 355,9 juta sampai Rp 499,9 juta.
Berita Terkait
-
Harga Honda HR-V dari Tahun ke Tahun, Mulai Rp70 Jutaan Mana Varian Paling Worth It?
-
Bukan Sembarang Mobil Tua! Ini Spek Honda HR-V Gen 1 Kado Gading Marten untuk Raffi Ahmad
-
Honda HR-V Generasi Terbaru Tertangkap Kamera, Desain Berotot tapi Hilang Komponen Penting Ini
-
5 Mobil Bekas Sekelas Honda HR-V dengan Fitur Canggih dan Harga Bersaing
-
Honda Brio Satya S Baru Dibekali CVT, Lebih Murah dari BYD Atto 1
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Ambisi Ekspor Kendaraan Komersial Indonesia Melambung di GIICOMVEC 2026
-
Bos Agrinas Patuhi Saran Dasco, Sepakat Tunda Impor Pikap India
-
Ironi Kopdes Merah Putih Pakai Pikap Bukan Merah Putih, DPR Ikut Heran
-
Kontroversi Impor Mobil India Rp 24 Triliun Saat Pabrik Lokal Sedang Nganggur
-
BYD Seal 2026 Tawarkan Bagasi Lebih Luas dan Desain Segar, Begini Fiturnya
-
Impor Pikap India untuk Kopdes Perlu Pertimbangkan Manufaktur Lokal
-
IIMS 2026 Sukses Besar, 580 Ribu Pengunjung dan Transaksi Tembus Rp8,7 Triliun
-
Tips Memilih Mobil Nyaman untuk Mudik Lebaran Bersama Keluarga, Ini 5 Rekomendasinya
-
Ancaman Impor Mobil India Terhadap Nasib Ribuan Buruh Komponen Otomotif Lokal
-
Ganti Baterai Motor Listrik Mahal? Ini Kisaran Biaya dan Cara Merawatnya agar Awet