Suara.com - Lima bulan pertama 2022, Korea Selatan mencatat kendaraan ramah lingkungan dalam bentuk Electric Vehicle (EV) telah menyumbang di atas 30 persen dari total ekspor mobil negara itu.
Dikutip kantor berita Antara dari kantor berita Korea Selatan Yonhap pada awal pekan ini (11/7/2022), kenaikan ekspor EV didorong permintaan luar negeri yang kuat. Serta debut dua kendaraan listrik utama yang dibuat carmaker Korea Selatan di pasar Amerika Serikat.
Menurut data Asosiasi Perdagangan Internasional Korea, nilai ekspor mobil ramah lingkungan di Korea mencapai 20,45 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekira lebih dari Rp 305 triliun untuk periode Januari-Mei 2022. Atau mencapai 30,3 persen dari total ekspor mobil Korea Selatan.
Menurut Asosiasi Produsen Otomotif Korea, persentase ini tercatat kali perdana melebihi level 30 persen. Perhitungan juga naik 8,7 persen dari periode yang sama dibandingkan tahun sebelumnya.
Lonjakan ini sebagian besar disebabkan oleh permintaan global yang cepat untuk kendaraan listrik karena lebih banyak negara berusaha untuk mencapai netralitas karbon untuk mengatasi pemanasan global dan perubahan iklim.
Analis juga mengatakan rasio meningkat tajam karena produsen mobil Korea Selatan Hyundai Motor Co. dan Kia Corporation meluncurkan mobil full-electric Hyundai IONIQ 5 dan Hyundai EV6 di Amerika Serikat.
Kendaraan listrik pun menyumbang sekitar 24 persen dari semua ekspor mobil Korea Selatan yang mencapai 901.260 unit pada periode Januari-Mei, atau naik 6,4 persen dari tahun sebelumnya.
Baca Juga: Volkswagen Rencanakan Bangun Pabrik Baterai untuk Memasok Mobil Listrik Produksinya
Di antara EV, pengiriman luar negeri dari Hyundai IONIQ 5 adalah yang terbesar dengan 25.381 unit selama periode lima bulan, diikuti Kia EV6 sebanyak 25.052 unit.
Sementara itu, di kategori Sport Utility Vehicle atau SUV, Renault Korea Motors mencatat ekspor tertinggi untuk Renault XM3 sebanyak 26.597 unit, diikuti Hyundai Kona dengan 14.422 unit, dan Kia Niro 13.078 unit.
Berita Terkait
-
Kok Bisa ESDM Seenaknya Stop Sementara Ekspor Batu Bara, Ini Alasannya
-
Korea Selatan Terancam Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Legenda Manchester United Buka Suara
-
Danantara Bentuk BUMN Ekspor DSI, Bidik Kebocoran Devisa Rp 5.500 Triliun Lebih
-
Daya EV Terisi 70 Persen Dalam 5 Menit: Charger Kilat BYD Tiba di Negeri Tetangga, Indonesia Kapan?
-
Prediksi Superkomputer: Ini 8 Tim yang Bakal Lolos Lewat Jalur Peringkat 3 Terbaik Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
-
100 Ribu Buruh Perusahaan Otomotif "V" Terancam PHK
-
Tunda Nyicil Scoopy Baru, Yamaha Grand Filano Bekas Lebih Murah, Mending Mana?
-
Pesona SUV Mazda yang Seukuran dengan Suzuki S-Presso, Harga Cuma Tak Sampai 200 Juta
-
Irit dan Tangguh, Ini Alasan Kenapa Yamaha Gear Ultima Jadi Skutik Favorit Perempuan
-
Honda, Nissan dan Mitsubishi Jalin Kerja Sama, Ada Udang di Balik Batu
-
Strategi Motul Dekati Konsumen Melalui Jaringan Bengkel Modern B-Quik
-
Suzuki Ignis Kena Recall, Apa Bagian yang Rusak?
-
Tinggalkan Kesan Murah, Begini Wujud Baru Honda BeAT Terbaru dengan Emblem Silver dan Warna Matte
-
Alasan Mitsubishi Xforce Ultimate DS Tetap Relevan Bagi Pengguna yang Punya Mobilitas Tinggi