Suara.com - Pagar rumah adalah hal yang cukup penting dalam sebuah bangunan rumah karena memiliki fungsi untuk meningkatkan keamanan rumah, baik penghuni maupun harta benda di dalamnya. Dalam proses pembuatan pagar rumah memang memerlukan material dengan kualitas yang baik dan juga memiliki daya tahan yang kuat.
Biasanya bahan baku yang digunakan berupa perpaduan besi dan kayu yang kokoh. Namun hal tersebut tidak berlaku untuk salah seorang pemilik rumah yang satu ini.
Dalam sebuah unggahan akun Youtube @Mohd irwan, terlihat pemilik rumah membuat pagar dengan bahan yang cukup antimainstream. Pria bernama Mr. Than membuat pagar menggunakan motor Yamaha RX-Z. Puluhan motor tersebut ditata rapi layaknya barikade rumah.
"Pemilik rumah ini adalah Mister Tan, seorang pemilik workshop, dan juga peminat motor dalam skala besar," ungkap Eirwan dalam video yang diketahui seorang bike enthusiast asal Malaysia.
Ia kemudian bercerita ternyata tidak hanya di Indonesia motor Yamaha RX-Z jadi buruan kolektor, Malaysia sendiri pun demikian. Bahkan ia menyebut di Malaysia harganya mencapai 12 ribu ringgit atau sekitar Rp 39 jutaan.
Namun di Tanah Air sendiri harganya bervariasi tergantung tahun, pajak, dan kondisi fisik kendaraan. Jika menelusuri dari beberapa situs jual beli online, motor ini dibanderol di kisaran Rp 15-20 jutaan.
Sekadar informasi mengenai Yamaha RX-Z. Motor ini hadir pertama di tahun 1985 di Malaysia dan Singapura. Generasi awal Yamaha RX-Z menggunakan mesin 2-tak 135 cc dan gearbox-nya masih 5 percepatan.
Lalu di tahun 1987, motor ini masuk ke Indonesia. Perubahan pertama Yamaha RX-Z ini dilakukan pada tahun 1990 dengan transmisi 6 percepatan.
Motor ini pun tak bertahan lama di Indonesia karena beberapa pihak menyebut produk gagal. Namun di Malaysia, motor ini masih bertahan. Hingga pada tahun 2004 model facelift hadir.
Baca Juga: Brakkk! Detik-detik Pohon Tumbang di Wonosobo, Timpa Pengendara Motor, Begini Kronologinya
Untuk melihat video selengkapnya, klik DI SINI!
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Terpopuler: Mobil Murah dengan Opsen yang Nggak Bikin Perih, Pikap Agrinas Tuai Kritik
-
5 Mobil dengan Pajak Murah, Bensin Irit, dan Opsen Nggak Bikin Perih
-
Rektor Paramadina Kritik Rencana Impor 105.000 Pikap: Deindustrialisasi Terselubung
-
Alasan Agrinas Pilih Impor 105 Ribu Pick Up India Ketimbang Produk Lokal
-
Pilih Mobil Hybrid atau Plugin Hybrid? Cek Perbandingannya di Sini
-
Ukuran Mobil Avanza Berapa? Pastikan Muat di Garasi, Segini Harganya Jelang Musim Mudik Lebaran
-
Geely EX2 Catatkan Ribuan Pemesanan di IIMS 2026
-
Ganti Oli Motor Matic Berapa Bulan Sekali? Ini 5 Rekomendasi Pelumas Ciamik
-
Mau Jual Mobil Bekas di Mana? 5 Rekomendasi Situs untuk Jual Mobil
-
GAC Indonesia Kantongi Ribuan SPK di IIMS 2026, AION UT Jadi Primadona