Otomotif / Motor
Selasa, 26 Mei 2026 | 16:28 WIB
5 Motor Paling 'Badak' Buat Disiksa Tiap Hari, Cocok Buat Ojol [Unsplash/Afif]
Baca 10 detik
  • Pemilihan motor harian wajib mengutamakan kekuatan rangka, kompresi mesin, dan ketersediaan suku cadang. 
  • Vario 125 lawas, Mio Gear, dan bebek Suzuki direkomendasikan karena mesin yang tangguh. 
  • Kunci keawetan motor terletak pada disiplin ganti oli rutin dan pemilihan mekanik terpercaya. 

Suara.com - Bagi pengendara harian dengan mobilitas ekstrem terutama para mitra ojek online (ojol), motor bukan sekadar alat transportasi, melainkan tulang punggung mata pencaharian. Sayangnya, meminang motor modern saat ini ibarat bermain judi. Banyak keluhan muncul mengenai material bodi yang makin tipis hingga isu rangka yang rentan karat.

Seorang praktisi otomotif dan mekanik bengkel Herdi Nofriadi membeberkan realita pahit di lapangan. Pemilihan motor untuk mobilitas tinggi harus berfokus pada kekuatan rangka, rasio kompresi bahan bakar, dan ketersediaan suku cadang, bukan sekadar gimik teknologi.

"Motor sekarang itu mentok-mentok kalau dipakai kerja 5 tahun kuat, nggak rewel, itu sudah prestasi. Beda sama motor dulu yang puluhan tahun awetnya kalau dirawat," ungkap Herdi Nofriadi dari channel YouTube HND Garage.

Lantas, motor apa saja yang secara teknis masuk kategori 'badak' dan layak untuk disiksa mencari cuan setiap hari? Berikut daftarnya:

1. Yamaha Mio Gear: Rangka Baja Paling Tangguh di Kelasnya

Yamaha Mio Gear. (Yamaha)

Meski tenaga mesinnya tidak terlalu agresif, Mio Gear menyimpan rahasia pada struktur rangkanya yang sangat solid.

Motor ini cocok untuk manuver harian dengan konsumsi bahan bakar yang masih masuk akal.

"Meskipun tenaganya boleh dibilang agak loyo, ya wajar karena Yamaha itu bikin motor irit akhirnya tenaganya dikorbankan. Tapi dia tuh badak di bagian rangka karena dites tabrak ekstrem banget. Behelnya udah panjang dari logam bukan plastik," jelasnya.

Namun, ia menyarankan agar motor ini lebih fokus untuk membawa barang (food delivery) ketimbang penumpang berbobot ekstrem agar keawetannya maksimal.

Baca Juga: Bos Yamaha Sebut Bursa Transfer MotoGP Semakin Tidak Masuk Akal Setelah Quartararo ke Honda

2. Honda Vario 125 (Non-eSAF): Sang Legenda Perawatan Mudah

Honda Vario 125 Idling Stop. [Astra-Honda.com]

Seri Vario 125 keluaran lama, sebelum penggunaan rangka eSAF, menjadi incaran utama karena durabilitas dan nilai jual kembalinya yang sangat stabil. Perawatannya yang mudah menjadi poin plus bagi mekanik jalanan.

"Kenapa saya masukkan motor ini? Karena masalahnya cuma di rangka aja [untuk versi terbaru]. Selain itu, yang saya pertimbangkan adalah iritnya dan harga kembalinya yang tinggi."

3. Honda CB150 Verza: Alternatif Manual Anti-Manja

Di tengah harga motor matic yang kian melambung namun dengan material yang sering dipangkas, motor sport naked seperti Verza menawarkan durabilitas tinggi dengan harga sekitar Rp 25 jutaan.

"Matic sekarang mahal banget, dalamannya malah dikurangin, lebih tipis, yang awalnya logam diganti plastik. Kalau harga murah seperti CB Verza ini, CC-nya besar, tenaga oke, dan cuma ngerawat rantai, mesinnya aman asal oli rutin," ungkapnya menyoroti rasio value-for-money.

Load More