Suara.com - Tahun ini, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri meluncurkan buku bank soal. Isinya adalah 1.200 soal yang diujikan dalam tes teori pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) bagi para pemohon SIM.
Dikutip dari kantor berita Antara, Dirregident Korlantas Polri Brigjen Pol Yusri Yunus mengatakan buku ini untuk memudahkan masyarakat mengurus permohonan SIM. Juga mengedukasi mengenai rambu-rambu lalu-lintas, dan tata tertib berlalu-lintas di jalan.
"Insyaallah secepatnya. Dalam satu dua bulan ini sudah bisa kami sebarkan buku ini," jelas Brigjen Pol Yusri Yunus menjelang akhir pekan lalu.
Kekinian disebutkannya buku bank soal tes teori SIM ini dalam proses penyelesaian. Buku dibuat dua model, cetak dan buku elektronik (e-book).
Buku cetak akan disebar ke sejumlah sekolah, perpustakaan, dan pusat keramaian, sedangkan buku elektronik disebar ke sejumlah platform milik Kepolisian, seperti di NTMC, Divisi Humas Polri, dan media sosial milik Kepolisian di seluruh Indonesia.
Dengan adanya buku ini, masyarakat pemohon SIM tidak bingung lagi saat mengikuti tes teori SIM karena bisa mempelajarinya terlebih dahulu dari buku bank soal tadi.
"Buku berisi soal panduan yang diujikan. Dari 1.200 soal yang tertera di dalam buku, ada beberapa soal menjadi pertanyaan yang diujikan dalam tes teori SIM," jelas Brigjen Pol Yusri Yunus.
Ia menambahkan Korlantas Polri mengembangkan inovasi pelayanan registrasi kendaraan atau "regident" melalui peluncuran buku bank soal SIM sesuai kebijakan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengurus pembuatan SIM.
Buku ini memudahkan masyarakat mengikuti ujian pembuatan SIM secara daring melalui aplikasi "Electronic Audio Visual Integrited System" (E-AVIS) yang sudah dikembangkan Korlantas Polri sejak 2021.
Kemudian, soal-soal dalam ujian tes teori pembuatan SIM itu aplikatif sesuai yang dihadapi para pengguna kendaraan bermotor saat berkendaraan di jalan raya. Seperti mengenal rambu-rambu dan langkah yang harus dilakukan ketika menemui rambu-rambu itu.
Sebagai contoh, jika sedang berkendaraan melihat ada yang menyeberang jalan maka pengendara harus mengurangi kecepatan. Begitu pula ketika melihat rambu-rambu tanda ada lubang di tengah jalan, maka saat melintasi jalanan kendaraan harus mengurangi kecepatan kendaraan karena akan berbahaya melaju di jalanan berlubang.
"Jadi soal-soal ini aplikatif yang dihadapi masyarakat di jalan. Itulah teori-teori yang diberikan supaya mereka tidak kaget saat ujian teori, kami beri kemudahan dalam bentuk buku. Jadi bisa memahami setengah dari soal yang ada di buku, masyarakat sudah paham soal lalu lintas," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Kisi-Kisi Resmi Soal Tes Manajer Koperasi Merah Putih 2026, Cek Materi yang Diujikan
-
Bocoran Kisi-kisi Soal Tes Kemampuan Akademik SMA/SMK 2025 Berdasarkan Mata Pelajaran
-
Tips Lolos! Latihan Soal CPNS di Telegram dan Cara Gabungnya Grup Alumni Peserta yang Berpengalaman
-
Uji Coba Rambu Pintar Dimulai: Bisa Deteksi Pengendara yang Gunakan Ponsel
-
Nahas! Polisi Tewas Usai Tabrak Tiang Rambu Lalu Lintas di Jalan Warung Buncit
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Koperasi Desa Merah Putih Kini Pasok Lele untuk Program MBG
-
Minyak Dunia Semakin Murah, Harga BBM Gimana?
-
Analisis Timnas Indonesia vs Vietnam: Lini Tengah Kunci Garuda Raih 3 Poin
-
Transisi Ekonomi Hijau Dinilai Mustahil Tanpa Kolaborasi Lintas Sektor
-
5 Lipstik Wardah yang Cocok untuk Ombre, Bibir Lebih Pink dan Tahan Lama
-
Tahan Beli, Emas Antam Harganya Naik Lagi Jadi Rp2,61 juta/Gram
-
CNMA Kantongi Rp2,6 Triliun, Keuntungan Besarnya Ternyata Bukan Bioksop!
-
Dua Aksi Demo Warnai Jakarta Pusat Hari Ini, Polisi Kerahkan 597 Personel
-
Tak Hanya Penggerak Ekonomi, Industri Juga Jadi Motor Konservasi Laut
-
7 Perbedaan Parfum EDT, EDP, dan Extrait de Parfum: Daya Tahan hingga Karakter Aroma