Suara.com - Sebagai solusi untuk kebutuhan masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik yang dapat dipakai untuk kebutuhan jarak tempuh yang jauh, PT Smoot Motor Indonesia menghadirkan SMOOT Motor Listrik. Yaitu motor listrik tanpa perlu direcharge atau cas yang perdana di Indonesia.
Produk ini menggunakan teknologi swap atau tukar baterai dari SWAP Energy dan dapat ditukar kapan saja di lokasi terdekat. Saat ini sistem penukaran sudah beroperasi di Indonesia dengan jumlah SWAP Station di lebih dari 1.000 titik di Alfamart, Alfamidi, Dan+Dan, Haus, Shell, BP-AKR dan Circle-K. Sehingga para pengguna SMOOT Motor Listrik tidak lagi ketakutan untuk kehabisan baterai di tengah jalan.
Dikutip dari rilis resmi PT Smoot Motor Indonesia sebagaimana diterima Suara.com, PT Smoot Motor Indonesia siap menghadirkan varian motor listrik keduanya yang dinamai Smoot Zuzu (baca: susu). Hadir mengusung sederet inovasi, desainnya unik. Yaitu klasik sekaligus futuristik.
Smoot Zuzu hadir dalam lima varian warna dengan penamaan merujuk hidangan dessert. Seperti Zuzu Boba (Hitam), Zuzu Vanilla (Putih), Zuzu Bubble Gum (Biru Muda), Zuzu Lemon (Kuning), dan Zuzu Mint (Tosca).
Dengan konsep ini, Zuzu diharapkan mampu merangkul semua kalangan khususnya para milenial dan Gen-Z yang suka tampil gaya namun membeli produk berharga ramah di kantong.
Smoot Zuzu mampu melaju dalam kecepatan 60 km per jam dengan estimasi jarak tempuh 60 km, dibekali baterai dari PT Swap Energi Indonesia yang tidak memerlukan proses cas, namun tinggal ditukar baterai.
Battery swap bisa dilakukan lebih dari 800 titik SWAPPoin yang tersebar melalui jaringan Alfamidi, Alfamart, dan Shell untuk area Jabodetabek. Juga di Bali, tersedia puluhan SWAPPoin telah tersebar di berbagai titik strategis jaringan Circle-K.
Produk bertenaga listrik ini dilengkapi aplikasi SWAP Energi yang memberikan informasi tentang cek kondisi motor, booking baterai, hingga dapat mematikan motor dari jarak jauh sebagai salah satu sistem keamanan. Juga didukung Aplikasi Pintar Swap Energi yang dapat digunakan untuk mengawasi dan mengontrol motor dari kejauhan atau remote, serta memantau keadaan baterai. Aplikasi ini juga digunakan sebagai platform untuk
melakukan top-up kuota perjalanan bagi para pengguna dengan menggunakan OVO ataupun metode pembayaran lain.
Harga satu unit Smoot Zuzu Rp 19,9 juta OTR Jadetabek. Pre-order atau pra-pemesanan sudah dibuka via situs smoo.id, dengan booking fee Rp 1 juta untuk Jadetabek, dan inden tiga bulan.
Baca Juga: Apakah IIMS 2023 Mampu Dongkrak Penjualan Kendaraan Listrik di Tengah Rencana Subsidi?
Berita Terkait
-
Harga Motor Listrik Honda, Simak Perbedaan ICON e: vs EM1 e: vs CUV e:
-
3 Motor Listrik Murah Mirip Vespa: Tampil Klasik, Dealer Banyak, Bebas Repot Klaim Garansi
-
Penggunaan Charger Motor Listrik ALVA Catatkan Lonjakan Tiga Kali Lipat
-
Berapa Kilometer Jarak Tempuh Motor Listrik Murah? Cek Daftar Unit di Bawah Rp20 Juta Ini
-
Mau Belanja Makin Praktis? Ini Deretan Motor Listrik Terbaik untuk Ibu Rumah Tangga
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan