Suara.com - Sebagai produk hybrid Wuling, New Almaz RS Pro Hybrid dijual dengan harga peluncuran Rp438 juta untuk wilayah Jakarta. Dengan banderol yang ditawarkan, lalu spesifikasi seperti apa yang terdapat pada Wuling Almaz RS Pro Hybrid ini.
Secara tampilan eksterior, Wuling Almaz RS Pro Hybrid tidak memiliki perbedaan dibandingkan varian mesin 1.5 Turbo. Hanya saja memang terdapat sejumlah aksen biru sebagai penanda kendaraan ramah lingkungan.
Sementara bagian interior mendapatkan sentuhan premium dan elegan yang memberikan kenyamanan dalam perjalanan. Almaz RS Pro Hybrid hadir dengan nuansa hitam yang berkelas di ruang kabin, konfigurasi 7-seater, Panoramic Sunroof yang menghadirkan rasa lega serta adanya tilt & telescopic steering.
Aspek futuristik ditonjolkan melalui tampilan Digital TFT Meter Cluster pada dashboard dan tuas transmisi DHT dengan desain modern pada konsol tengah. Sebagai produk Hybrid, model terbaru tersedia fitur Multi-mode Hybrid Powertrain, terdiri dari EV Mode, Series Hybrid, dan Hybrid Parallel.
Pada EV Mode, roda mobil digerakkan oleh motor listrik yang mengambil energi listrik dari baterai Ternary Lithium.
Sedangkan dalam mode Series Hybrid, roda tetap digerakkan oleh motor listrik, namun mesin bensin beroperasi mengisi daya listrik pada baterai melalui motor generator.
Performa maksimal dihasilkan pada mode Hybrid Parallel, di mana mesin bensin dan motor listrik beroperasi untuk menghasilkan daya penggerak roda secara bersamaan. Sistem ini bekerja secara otomatis menyesuaikan kondisi baterai, kebutuhan daya, serta kondisi jalan .
Tidak ketinggalan, Wuling Almaz Hybrid juga sudah mengadopsi teknologi Internet of Vehicle (IoV). Dengan fitur tersebut, pengguna dapat terkoneksi dan memegang kendali kendaraan hanya dengan sentuhan jari melalui aplikasi MyWuling+ dan Head Unit. Terdapat juga fitur Advanced Driver Smart System (ADAS) untuk memberikan kemudahan dan rasa aman selama berkendara.
Teknologi ini terdiri dari 4 kategori fungsi, yaitu Adaptive Cruise Control, Lane Recognition, Safe Distance and Braking Assistance, dan Automatic Light dengan total 12 fitur yang mendukung keselamatan dalam berkendara.
Urusan performa, Wuling Almaz Pro Hybrid dibekali mesin 1.999cc, naturally aspirated, 4 silinder segaris, atkinson cycle. Mesin tersebut menghasilkan daya maksimal 123 dk pada rpm 5.600 dan torsi sebesar 168 Nm pada rentang 4.000-4.400 rpm.
Baca Juga: Motor Listrik United Buatan Indonesia Dipasarkan di Malaysia Mulai Oktober
Selain itu, terdapat juga motor listrik berlabel Permanent Magnet Synchronous Motor yang bisa menghasilkan tenaga 174 dk dan torsi 320 Nm. Mesin ini disambungkan dengan sistem transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT). Sementara untuk baterainya, pakai Ternary lithium berkapasitas 1,8 kWh.
Berita Terkait
-
Pemerintah Targetkan Industri Otomotif Produksi 9 Juta Unit Sepeda Motor Listrik Pada 2030
-
IMOS+ 2023 Jadi Ajang Adu Teknologi Terkini Sepeda Motor
-
Wuling Berencana Produksi Lokal Baterai Air ev, Kejar TKDN Mobil Listrik 60 Persen
-
Begini Jadinya Wuling Air EV Terima Sentuhan Modifikasi
-
Menko Luhut Sebut RI Bakal Punya Mobil Listrik Sendiri di 2025
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan