Suara.com - Pemerintah terus mendorong transisi menuju kendaraan listrik dengan memberikan berbagai insentif agar lebih mudah terjangkau oleh masyarakat.
Rencananya pemerintah akan kembali memberikan insentif baru, atau tambahan untuk mobil listrik di tahun depan.
Disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves, Rachmat Kaimuddin, pemerintah saat ini sedang mempersiapkan insentif baru yang rencananya mulai diaplikasikan tahun depan
"Mudah-mudahan tahun ini, mungkin Januari-Februari akan datanglah model-model yang lebih baik. Jadi kita akan do something, ke depan kita perlu support," ujarnya saat acara Dekarbonasi Sektor Transportasi yang disiarkan di Youtube, dikutip Kamis (9/11/2023).
Karena menurutnya tanpa ada perhatian pemerintah, cukup sulit mendongkrak penjualan kendaraan listrik, atau menarik perhatian masyarakat agar beralih menuju ramah lingkungan.
"Faktanya mobil, dan motor listrik kalau engak ada dorongan, harganya lebih mahal untuk kelas yang sama. Karena baterai memang harganya lebih mahal (dari mesin pembakaran), pilihannya juga tidak banyak," ungkapnya.
Diketahui, sejauh ini pemerintah sudah memberikan insentif untuk motor listrik sebesar Rp7 jutaan dengan syarat yang lebih ringan.
Sementara untuk mobil listrik, dengan kandungan lokal minimal 40 persen, ada pemangkasan PPN dari sebelumnya 11 persen, menjadi hanya 1 persen saja.
Keuntungan lainnya memiliki kendaraan listrik adalah bebas ganjil-genap bagi mereka yang tinggal di Jakarta.
Baca Juga: Sudah Terdaftar di Samsat, Wuling Binggo EV Segera Mengaspal di Indonesia
Kendati demikian, penerimaan atau penyerapan insentif kendaraan listrik belum tertalu tinggi.
Berita Terkait
-
Kesimpulan Tes Langsung Mobil Listrik Neta V, Oke Juga Untuk Anak Muda
-
Kenapa Mobil Listrik Tak Lagi Sediakan Radio AM, Ternyata Ini Alasannya
-
Ini Perbedaan Mobil Hybrid dan Mobil Listrik, Gak Perlu Bingung Lagi...
-
Tesla Siapkan Mobil Listrik Murah di Tengah Gempuran Produsen Mobil China
-
Perbandingan Mobil Listrik Wuling Binggo EV dan Citroen e-C3
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
-
Selamat Jalan Eyang Meri, Pendamping Setia Sang Jenderal Jujur Kini Beristirahat dengan Damai
-
Sosok Meriyati Roeslani, Istri Jenderal Hoegeng yang Meninggal pada Usia 100 Tahun
Terkini
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Pajak Ringan: Mesin Masih Juara, Tahunan Cuma Bayar Rp1 Juta
-
3 MPV Bekas Rp70 Jutaan Punya Suspensi Empuk dan Kabin Senyap, selain Avanzad dan Xenia
-
Detail 10 Mobil Terlaris di Indonesia vs Brasil Sepanjang 2025: Beda Merek dan Selera
-
3 Rekomendasi Mobil Bekas dengan Bagasi Luas, Cocok buat Usaha Kecil-kecilan
-
3 Jenis Mobil Bekas yang Perlu Dihindari Meski Harganya Murah, Bukannya Untung Malah Rugi
-
Penjualan Motor Listrik Dinilai Masih Bisa Naik 10 Persen Tanpa Insentif
-
Motor Adventure Bekas Suzuki V-Strom 250 vs Kawasaki Versys 250, Mending Mana?
-
Gadai BPKB Mobil di SEVA Jadi Alternatif Pembiayaan, Ini Syarat dan Prosesnya
-
5 Mobil Sedan Suzuki Paling Irit BBM dan Nyaman Buat Harian
-
7 Rekomendasi Mobil Matic Kecil dengan Suspensi Paling Empuk