- AISMOLI memprediksi penjualan motor listrik tahun 2026 tumbuh 10% meskipun tanpa insentif pemerintah.
- Penjualan motor listrik 2025 mencapai 55 ribu unit, melambat penurunannya dari awal tahun.
- Industri beradaptasi melalui strategi B2B dan ekspor, didorong kesadaran manfaat jangka panjang konsumen.
Suara.com - Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) optimistis penjualan sepeda motor listrik pada 2026 masih bisa tumbuh sekitar 10 persen meski tanpa dukungan insentif dari pemerintah.
“Di 2025 memang sudah tidak ada insentif tapi kami tetap percaya industri, khususnya sepeda motor listrik masih bisa berkembang. Untuk 2026 kami targetkan kenaikan sekitar 10 persen dibanding tahun lalu,” ujar Hanggoro Ananta, Sekretaris Jenderal AISMOLI di Jakarta beberapa waktu lalu.
Berdasarkan catatan AISMOLI, penjualan sepeda motor listrik sepanjang 2025 mencapai sekitar 55 ribu unit, turun dari 2024 yang berada di kisaran 70 ribu unit. Meski demikian, penurunan tersebut mulai melambat pada paruh kedua tahun lalu.
“Awal 2025 penurunannya memang cukup tajam, hampir 60 persen dibanding 2024. Tapi di akhir tahun, penurunannya tinggal sekitar 30 persen,” kata Hanggoro.
Lebih lanjut, Hanggoro menilai target kenaikan 10 persen tersebut masih realistis karena pelaku industri telah beradaptasi setelah insentif fiskal berakhir pada 2025.
Menurutnya, para pelaku industri mulai mengembangkan strategi baru untuk menjaga pasar, mulai dari kerja sama business to business (B2B) hingga membuka peluang ekspor. Langkah tersebut dinilai dapat membantu industri tetap bergerak secara organik.
Selain itu, optimisme juga didorong oleh perubahan perilaku konsumen. Sejumlah konsumen kini disebut membeli sepeda motor listrik bukan lagi karena insentif tetapi karena manfaat jangka panjang yang dirasakan.
“Sekarang banyak yang akhirnya sadar, tanpa subsidi pun mereka tetap mau beli karena pengeluaran operasionalnya jauh lebih rendah. Testimoni dari pengguna sebelumnya juga bikin konsumen lain jadi lebih percaya,” ujarnya.
Di sisi lain, meski insentif telah berakhir, AISMOLI berharap dukungan pemerintah tetap berlanjut, terutama dalam pengembangan infrastruktur kendaraan listrik roda dua yang dinilai masih tertinggal dibandingkan roda empat.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Motor Listrik Roda 3 dengan Kapasitas Baterai Jumbo
Untuk itu, AISMOLI menilai diperlukan kolaborasi lebih erat antara pemerintah dan pelaku industri untuk memperkuat industri pendukung motor listrik di dalam negeri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan
-
Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo