Suara.com - Saat ini, konflik di Laut Merah tengah bergejolak. Pabrik mobil listrik atau Electric Vehicle (EV) kenamaan Amerika Serikat, Tesla Incorporation yang dipimpin Elon Musk mengalami dampaknya.
Laut Merah adalah jalur pelayaran penting yang menghubungkan Eropa, Afrika, dan Asia. Rute ini menyumbang hampir 12 persen dari lalu lintas perdagangan global melalui laut.
Kelompok Houthi Yaman atau Kelompok Hutsi–sebuah gerakan Islam politik bersenjata–melakukan serangan terhadap kapal-kapal komersial di Laut Merah.
Dikutip dari kantor berita Antara, pihak militer Amerika Serikat menyatakan sejak 19 November Houthi telah melancarkan 27 serangan di Laut Merah.
Sebagai balasannya, militer Amerika Serikat dan Britania Raya melancarkan serangan rudal yang menyasar kelompok Houti Yaman pada Jumat (12/1/2024) pagi.
Situasi yang ditimbulkan Houthi tadi menyebabkan perusahaan-perusahaan logistik terpaksa menggunakan rute alternatif. Akibatnya terjadi kenaikan tarif pengiriman dan penundaan pengiriman.
Produsen mobil listrik, Tesla, mengatakan akan menghentikan sementara produksi mereka di pabriknya di Jerman selama dua pekan. Pasalnya terjadi gangguan rantai pasokan imbas konflik yang sedang berlangsung di Laut Merah.
“Karena kekurangan komponen, kami terpaksa menghentikan produksi kendaraan di GigaBerlin pada 29 Januari hingga 11 Februari, dengan pengecualian pada beberapa bagian-bagian tertentu,” jelas Tesla dalam pernyataannya, yang meluncur Kamis (11/1/2024).
Produksi akan berlanjut pada 12 Februari, demikian bunyi pernyataan itu.
Sebagai catatan, Tesla Giga Factory di Jerman adalah pabrik EV yang dibangun Tesla setelah sukses memiliki pabrik di Shanghai, Tiongkok.
Tiongkok sendiri adalah pasar kendaraan listrik terbesar di dunia.
Akan halnya serangan Houthi Yaman terhadap kapal-kapal sipil yang dibalas pihak Amerika Serikat, Presiden Joe Biden menandaskan soal perintahnya.
Ia yang memerintahkan serangan itu, “sebagai tanggapan langsung terhadap serangan Houthi yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap kapal-kapal maritim internasional di Laut Merah.”
Serangan itu menyasar sejumlah lokasi kelompok Houti di beberapa kota di Yaman. Dan tak pelak menjadi balasan atas serangan-serangan Houti terhadap kapal-kapal dagang di Laut Merah, yang dianggap memiliki keterkaitan dengan Israel.
Tag
Berita Terkait
-
Honda Berpotensi Merugi Pasca Batalkan Proyek Pabrik Mobil Listrik Rp 179 Triliun
-
Mobil Listrik dan Mobil Hybrid Perlu Radiator Coolant Khusus Agar Tidak Overheat
-
Cuma Segelintir, Ini Deretan Mobil Listrik dengan Baterai Nikel di Indonesia
-
Terpopuler: Kompetitor Beringas Siap Libas R15, Motor Listrik BGN Jadi Sorotan
-
Viral Wuling Binguo Hangus Terbakar saat Sedang Parkir
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Honda Berpotensi Merugi Pasca Batalkan Proyek Pabrik Mobil Listrik Rp 179 Triliun
-
Terpopuler: Subsidi Motor Listrik Jalan Lagi, Deretan Mobil Berbaterai Nikel
-
Menyibak Pesona Motor Italia Sekelas Vixion tapi V-Twin, Harga Masih Jadi Misteri
-
Mengenal Silsilah QJ Motor di Indonesia: Merek Mana Saja yang Masih Satu Klan?
-
Ini yang Perlu Diketahui Soal Subsidi Motor Listrik 2026: Syaratnya Apa dan Mulai Kapan?
-
Hyundai Catat Lonjakan Penjualan Mobil Hybrid Awal 2026
-
Insentif Kendaraan Listrik Dinilai Investasi Fiskal Jangka Panjang
-
CNG Tak Cuma Bermanfaat di Dapur: Ini yang Perlu Dilakukan Indonesia di Industri Otomotif
-
Mobil Listrik dan Mobil Hybrid Perlu Radiator Coolant Khusus Agar Tidak Overheat
-
Bukan Lexi dan FreeGo, Ini Senjata Rahasia Yamaha dengan Performa Ampuh untuk Sikat Vario 125