Suara.com - Bagi mereka yang memiliki orangtua, kerabat, oom dan tante yang berusia remaja pada paruh 1970-an sampai 1990-an pasti tidak asing dengan supercar Lamborghini Countach. Sebentuk sosok seksi bertenaga gahar yang lahir dari tangan Marcello Gandini.
Kabar duka datang dari dunia otomotif, yaitu meninggalnya desainer legendaris Marcello Gandini dalam usia 85 tahun pada Rabu (13/3/2024).
Dikutip salah satu media Inggris terkenal, The Guardian dari radio nasional Italia, Rai, disebutkan bahwa desainer kelahiran Turin, Italia, 26 Agustus 1938 itu meninggal secara mendadak di Rivoli, Turin, Italia.
Sedangkan dikutip dari laman media sosial Third World Society, selain Lamborghini Countach Marcello Gandini meninggalkan sederet karya monumental seperti Bugati EB 110, Ferrari Dino 308, BMW 5 Series, Lamborghini Diablo, Lamborghini Miura, Alfa Romeo Carabo, Lancia Statos, Mazda Luce, serta Nissan AP-X.
Salah satu desain khas Marcello Gandini adalah scissor doors alias pintu gunting, yaitu mekanisme pintu kendaraan unik, bukan ke samping melainkan ke atas dengan engsel depan sebagai "pegangan" dan sisi bidang pintu perlahan naik membentuk sudut lebih dari 45 derajat. Hasilnya, tunggangan tampak futuristik.
Kesukaan Marcello Gandini di sektor desain dan mesin dimulai sejak belasan, tumbuh sampai usia 20 tahunan serta bergabung di salah satu perusahaan desain di Italia, Gruppo Bertone pada 1960-an. Perusahaan otomotif kenamaan seperti BMW, Ferrari, sampai Lancia terpikat hasil karyanya yang kreatif.
Kemudian pada 1979, ia mengundurkan diri dari Gruppo Bertone untuk berkarya atas namanya sendiri, dalam perusahaan yang didirikan bersama istrinya, Claudia, serta dinamai akronim dari nama depan keduanya, Clama atau Claudia dan Marcello.
Secara eksklusif, Clama berkarya untuk Renault, sesudahnya meluas ke perusahaan Maserati, Nissan, Toyota, dan Subaru. Dari karya-karya futuristik yang pernah dibuatnya, sebagai desainer lepas Marcello Gandini menciptakan desain kendaraan produksi massal yang bergaya boxy serta praktis.
Karyanya yang lain adalah desain yang dibuat saat bekerja sama dengan Tata Motors, yaitu TaMo Racemo sports car yang ditampilkan di Geneva Motor Show 2017. Dan pada Januari 2024, Marcello Gandini mendapatkan gelar kehormatan mechanical engineering dari Polytechnic Institute of Turin, Italia.
Baca Juga: Obituari: Telah Berpulang Pencinta Mobil Klasik Solihin GP
Arrivederci, desainer legendaris Marcello Gandini.
Berita Terkait
-
JF3 Fashion Festival 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Lebih dari 50 Desainer Dunia
-
Fantastica, Saat Imajinasi Tanpa Batas Menjadi Inspirasi Baru Fashion Indonesia
-
Selamat! 12 Finalis Desainer Muda IYFDC 2026 Terpilih, Berpeluang Sekolah Mode di Italia
-
Buku Ya Tuhan, Desain Grafis, Deadline, Doa: Curhat Absurd Pekerja Kreatif
-
Bangga, Kostum Bali dan Padang Buatan Desainer Cilik Indonesia Melenggang di Jepang!
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Emosi Memuncak! Pria di Bandung Bakar Motor Sendiri, Tiga Rumah Ludes Dilalap Api
-
Rekor Timnas Indonesia vs Singapura di Jalan Besar Stadion: Dramatis, dan Tak Pernah Mudah
-
Menteri PU Dody Hanggodo Wacanakan Pembangunan Tol Pekanbaru-Kuansing
-
Sunscreen Apa yang Cocok untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat? Ini 6 Rekomendasinya
-
Purbaya Curhat Gagal Beli Harley-Davidson Gegara Gratifikasi
-
War Ticket Upacara 17 Agustus di Istana Baru Dibuka, Antrean Virtual Tembus 4 Jam!
-
Kasus Korupsi Tunjangan DPRD Ponorogo Berlanjut, Kejari Isyaratkan Ada Tersangka Baru
-
A Stone Sat Still, Buku Anak yang Mengajarkan Empati Lewat Sebuah Batu
-
Indonesia Kecam Serangan Israel ke Gaza yang Ancam Gencatan Senjata
-
Kubu Febrie Ajukan Praperadilan, Klaim untuk Menjernihkan Proses Hukum