Suara.com - Baru-baru ini, BEM UI menjadi sorotan setelah mengkritik anggota TNI yang diduga melakukan pelanggaran HAM di Papua. Kritikan ini menuai beragam respon, termasuk tantangan untuk KKN di desa-desa terpencil di Papua.
Salah satu youtuber ternama, Bobon Santoso, bahkan siap memberikan seluruh penghasilannya dari Youtube untuk BEM UI jika mereka berani menerima tantangan tersebut.
"Biar adiks adiks @bemui_official tambah semangat terima tantangan kakaks kakaks tentara buat KKN di desa KKB. Gw tambahin juga ya, gaji Youtube seumur hidup gw buat kalian kalo berani terima tantangan kita," ujar Bobon.
"Mayan kan, udah dapat gaji tentara seumur hidup ditambah gaji Youtuber juga," tambah Youtuber yang suka memasak dalam jumlah banyak.
Tak mau kalah, sebuah rental mobil di Papua pun menawarkan tumpangan gratis dan penjemputan di bandara bagi BEM UI jika mereka ingin KKN di desa yang dihuni oleh KKB.
"Kalau BEM UI mau KKN di pegunungan Papua, kami sopir rental mobil Papua siap menjemput di bandara. Gak usah bayar, nanti aku kasih gratis deh. Kami siap jemput 24 jam buat BEM UI dan rombongan. Saya yakin baru kena malaria aja udah minta pulang. Minimal jangan bacot aja, ditunggu di Papua," tulis keterangan pemilik akun Tiktok daengboss_rental.
Mobil yang disiapkan pemilik rental tersebut memang tak kaleng-kaleng. Ada Toyota Innova hingga Mitsubishi Pajero Sport yang akan siap menjemput mahasiswa dari BEM UI yang bersedia KKN di Papua.
Unggahan ini langsung mendapatkan respons dari warganet di kolom komentar.
"Mumpung gratis gaskun BEM UI," tulis salah seorang warganet.
Baca Juga: Tembus Mancanegara! Film Badarawuhi di Desa Penari Bakal Tayang di Amerika
"Nah lho dah banyak banget donaturnya nih. Yok bisa yok BEM UI," beber warganet.
"Gue lagi bayangin BEM UI cuma KKN doang berasa kayak raja. Ada anter jemput, duit banyak yang donasi. Ayolah gaskeun nih," timpal salah seorang warganet.
Untuk melihat video selengkapnya, klik DI SINI!
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Perbedaan ASICS Novablast 6 vs Novablast 5: Apakah Perlu Upgrade?
-
Pertamax Cuma Turun Rp300 Per-Liter, Pengendara Mengeluh: Kurang Berasa, Kemarin Naiknya Gede
-
Bau Anyir Putusan MK soal MBG, Diduga Ulur Waktu agar SPPG Balik Modal
-
Iran Klaim Tidak Ada Mediator Baru Dalam Perundingan Damai dengan AS, Tetap Pakistan
-
Psywar Media Vietnam: Timnas Indonesia yang Suka Main Kasar Bukan Kami
-
Geledah Jakarta Sampai Pemalang, KPK Sita Mobil-Motor Mewah Hingga Emas
-
Peringatan Keras Jusuf Kalla untuk Ekonomi RI : Sentil Kebijakan, Utang hingga Perubahan Iklim
-
4 Inspirasi Daily OOTD ala Minnie i-dle, Youthful dan Modis!
-
Kunjungi Sekolah Rakyat Gresik, Gus Ipul Pantau Program Taruna Bhakti Nusantara
-
GEMPAR di Pasar Ngijon, Strategi Sleman Wujudkan Pasar Nyaman dan Ekonomi Berdaya