Suara.com - Daihatsu akhirnya mengoperasikan lagi seluruh pabrik perakitan mobilnya di Jepang pada Selasa (7/5/2024) setelah ditutup selama lebih dari 4 bulan akibat terungkapnya skandal manipulasi tes uji keselamatan.
Seperti dilansir dari Kyodo, pabrik utama Daihatsu di Ikeda, Perfektur Osaka telah mulai beroperasi lagi untuk memproduksi mobil mungil Copen setelah skandal Daihatsu terungkap pada Desember 2023 lalu.
Pengoperasian pabrik ini menandai dibuka kembalinya empat pabrik Daihatsu di Jepang. Tiga pabrik lainnya sudah dioperasikan kembali secara bertahap sejak Februari kemarin.
"Kami akan berusaha untuk memproduksi mobil secara lebih hati-hati dari sebelumnya, sehingga kualitasnya bisa terjamin," terang Daihatsu dalam pernyataan resminya, dilansir dari Kyodo.
Daihatsu mengoperasikan kembali pabrik-pabriknya setelah Kementerian Transportasi Jepang mengevaluasi kembali secara keseluruhan standar-standar keselamatan pada produk buatan perusahaan. Pada April lalu pemerintah Jepang telah mencabut larangan penjualan terhadap 27 model mobil Daihatsu.
Tiga pabrik Daihatsu lainnya, yang sudah lebih dulu dibuka dan beroperasi kembali, terletak Kyoto, Shiga dan Oita.
Tadinya pabrik-pabrik itu ditutup setelah Daihatsu pada Desember mengakui telah memanipulasi hasil tes uji keselamatan pada sebagian besar mobilnya.
Adanya manipulasi tersebut merupakan hasil penyelidikan sebuah panel independen, yang ditunjuk oleh Daihatsu sendiri. Panel itu juga menemukan bahwa kecurangan itu sudah dilakukan sejak 1989 silam.
Skandal manipulasi hasil tes keselamatan Daihatsu tersebut juga berdampak ke luar negeri, termasuk Indonesia. Beberapa mobil yang diproduksi Daihatsu dan Toyota Motor Manufacturing Indonesia juga termasuk dalam model terdampak skandal akbar ini.
Baca Juga: Imbas Skandal Uji Keselamatan, Daihatsu Baru Bisa Kembangkan Mobil-mobilnya di Akhir Tahun Ini
Sementara itu Toyota, sebagai induk usaha Daihatsu, pada Februari lalu mencopot para petinggi Daihatsu. Sebagai gantinya, Masahiro Inoue yang sebelumnya menjadi bos Toyota di kawasan Amerika Selatan, ditunjuk sebagai Presiden Direktur Daihatsu.
Berita Terkait
-
Tantangan Adopsi Toyota Hilux Listrik Bagi Pengusaha Akibat Selisih Harga
-
Toyota Perpanjang Masa Garansi Mobil hingga Enam Tahun di GIIAS 2026
-
Land Cruiser 300 Hybrid EV dan bZ4X Touring Jadi Bintang Utama Booth Toyota di GIIAS 2026
-
Hanya 20 Unit Terios Special Edition dan New Sigra Resmi Meluncur di GIIAS 2026
-
Toyota Pamerkan Land Cruiser Hybrid dan GAZOO Racing Terbaru di GIIAS 2026
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
MMKSI Optimistis Penjualan Mitsubishi XForce Capai Target di GIIAS 2026
-
Ironi Perayaan Kemerdekaan: Pejabat Pakai Anggaran, Warga Bayar Patungan
-
Makin Runyam, Donald Trump Kembali Klaim Ambil Alih Hak Tarif Pelayaran Selat Hormuz
-
Pembangunan IKN Dipersoalkan, Suku Balik Sepaku Minta Hak Adat Dilindungi
-
Lirik Lagu Honk! no na dan Maknanya yang Viral, Bawa Budaya Lokal ke Kancah Global
-
4 Parfum Aroma Nanas yang Menyegarkan, Cocok Dipakai Saat Cuaca Panas!
-
IHSG Bertahan di Level 6.200, MDKA Melonjak
-
Gajah Jovi Mati setelah Sebulan Dirawat Intensif di PLG Minas
-
Salah Kaprah Soal Independent Woman: Kemandirian yang Terjebak Bias Kelas
-
Timnas Indonesia di Ujung Tanduk, Mitchell Baker: Garuda Belum Habis!