Suara.com - Kasus pengeroyokan pemilik rental mobil di Sukolilo, Pati, Jawa Tengah, memicu gempuran di media sosial. Kejadian yang berujung maut ini melabeli wilayah tersebut sebagai "kampung penadah" dan "kampung maling".
Pada awal Juni, media sosial dihebohkan dengan berita pengeroyokan bos rental mobil hingga tewas. Peristiwa tragis ini bermula dari kesalahpahaman. Empat orang dari Jakarta yang sedang melacak dan mengambil mobil sewaan di Sukolilo menjadi korban amukan massa. Dituduh sebagai pencuri, mereka dianiaya tanpa ampun, mengakibatkan salah satu dari mereka tewas.
Faktanya, keempat orang tersebut bermaksud mengambil mobil mereka sendiri. Tragedi ini menggemparkan sosial media, dengan foto-foto korban yang bertebaran. Kejadian ini pun menuai banyak perhatian dan kecaman dari netizen.
Pasca viralnya kasus ini, wilayah Sukolilo, Pati, terus mengalami perundungan dari netizen. Sebuah akun TikTok dengan username @bolo_pati membagikan beberapa contohnya. Google Maps di daerah terkait pun dibanjiri dengan label-label aneh.
Sekitar enam daerah dinamai sebagai "kampung maling". Diduga, ulah netizen ini memanfaatkan fitur saran nama tempat di Google Maps. Tak dapat disangkal, kekuatan netizen Indonesia dalam menyebarkan informasi memang luar biasa.
Label-label negatif ini tentu menimbulkan kekhawatiran bagi warga Sukolilo. Google Maps, sebagai aplikasi navigasi yang banyak digunakan, dapat membuat orang waspada berlebihan saat berkunjung ke daerah tersebut. Terlebih, kasus ini telah memakan korban jiwa.
Namun, beberapa label nama tersebut telah dihapus oleh Google Maps. Meskipun label "kampung maling" sudah banyak yang dihapus, muncul lagi beberapa label aneh di daerah terkait. "Desa SDM Rendah" dan "wisata kampung pencuri mobil" adalah contoh label yang masih bisa ditemui.
Meskipun label "kampung maling" sudah hilang, tampaknya warga Sukolilo dan sekitarnya terlanjur dicap negatif oleh netizen. "Sumber maling" pun tertulis di Google Maps daerah itu.
Melalui berbagai unggahan di media sosial, netizen banyak yang memberikan tanggapan. Ternyata, dampak dari kasus ini sangatlah besar. Kabarnya, berbagai perusahaan sangat waspada dengan warga yang berasal dari kampung ini.
Baca Juga: 5 Tips Memilih Mobil Rental untuk Libur Long Weekend Idul Adha, Jangan Sampai Salah Sewa
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas
-
Rambah Hutan Lindung di Batam, PT GTP Jadi Tersangka Korporasi
-
Truk LPG Hantam 11 Kendaraan di Kota Bandung, Pesepeda Wanita Meninggal Dunia
-
TNI Masuk MBG, Aktivis Kritik Pendekatan Militer: Bukan Situasi Perang
-
Atasi Sampah Kabupaten Bogor, PSEL Galuga Siap Dibangun di Atas Lahan Kopassus
-
Kemarau Ekstrem Bikin Warga Krisis Air, Negara Tak Boleh Diam
-
Dirjen Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M
-
6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten