Suara.com - Industri otomotif global sedang mengalami transformasi besar menuju era kendaraan listrik. Honda menjadi salah satu pabrikan yang menunjukkan keseriusannya dalam menghadapi perubahan ini. Terbaru, mereka mengumumkan akan memangkas produksi mobil bensin di China hingga 290.000 unit per tahun.
Laporan dari Arena EV memaparkan bahwa keputusan ini diambil seiring dengan upaya Honda untuk memperkuat posisi mereka di pasar mobil listrik China yang sedang berkembang pesat. Pabrikan asal Jepang ini akan meningkatkan investasi pada kendaraan listrik dengan mendirikan pabrik baru di China.
Honda memiliki tujuh lini produksi di China dengan total kapasitas produksi mencapai 1,49 juta unit per tahun. Namun, dua pabrik patungan mereka, GAC Honda dan Dongfeng Honda, akan mengurangi kapasitas produksi masing-masing sebesar 50.000 unit dan 240.000 unit. Hal ini akan mengurangi total kapasitas produksi Honda di China menjadi 1,2 juta unit per tahun.
Tantangan dari Pabrikan Mobil Listrik Lokal
Keputusan Honda ini diambil sebagai respons terhadap persaingan ketat dari pabrikan mobil listrik lokal China. Mobil listrik buatan China semakin populer karena menawarkan harga yang kompetitif dan fitur canggih. Hal ini membuat penjualan Honda di China menurun 21,48% pada semester pertama tahun 2024.
Keputusan Honda untuk mengurangi produksi mobil bensin merupakan langkah berani. Jika berhasil, Honda bisa menjadi pemimpin pasar mobil listrik di China. Namun, jika tidak berhasil, langkah ini bisa berdampak negatif pada kinerja keuangan perusahaan.
Berita Terkait
-
Pabrik Mobil Listrik GAC AION Segera Beroperasi di Karawang
-
Suzuki eVX Siap Guncang Pasar Otomotif Indonesia
-
Ford dan GM Balik Arah dar EV, Fokus ke Mobil Bermesin Bakar?
-
Tak Lagi Murah, Berikut Daftar Harga Mobil LCGC Juli 2024
-
Gaikindo Minta Pemerintah Kerja Lebih Keras Sediakan Stasiun Pengisian Baterai EV
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nongol di Dealer, Harga Rasa LCGC: Intip SUV Terbaru Renault yang Sekaliber Toyota Raize
-
Yamaha Gear Ultima Buktikan Skutik Kompak Bisa Tangguh di Jalur Perkotaan Maupun Pedesaan
-
Kenaikan Harga BBM Diklaim Tak Berikan Dampak Terhadap Penjualan Mobil Premium
-
Yamaha R15 Paket Hemat Harga Tak Sampai 30 Juta, tapi Joknya Nyambung
-
Andalkan Autopilot, Mobil Listrik Xiaomi Pecah Rekor Sirkuit
-
Hyundai Ioniq 5 Setara BYD Apa? Kini Harganya Lebih Murah 150 Jutaan
-
Gebrakan BMW Indonesia Rilis Tiga Mobil Kencang untuk Pecinta Adrenalin
-
Ambisi Akio Toyoda Pertahankan Mesin Bensin Dinilai Bisa Jadi Ancaman Bagi Masa Depan Toyota
-
Muka Mirip Lamborghini, Berapa Jarak Tempuh Hyundai Ioniq V Terbaru?
-
Harga 8 Jutaan Setara DP Vario Evo 160, Intip 7 Motor Anti Cupu Cocok untuk Pelajar