Suara.com - Ngantuk menyerang saat sedang asik menyetir? Mata mulai berat padahal perjalanan masih panjang? Ini yang menjadi tantangan buat pengemudi yang mengemudikan mobil saat libur Nataru 2024.
Ketika mengalami hal tersebut, sebaiknya pengemudi istirahat terlebih dahulu guna memulihkan kondisi agar perjalanan aman sampai tujuan.
Sama seperti mesin butuh cooling down, tubuh juga perlu rehat. Apalagi bagi yang tengah menjalani libur Nataru dengan kendaraan pribadi. Ada beberapa tips yang mungkin bisa diterapkan dilansir dari Lalamove untuk mengusir kantuk saat perjalanan.
1. Atur Waktu dengan Bijak
Tak perlu terburu-buru saat memacu mobil kalian. Pengemudi wajib mengenali pola tubuh. Jika kalian tipe Night owl yang produktif malam? Pastikan tidur cukup di siang hari. Namun buat kalian yang tipe Early bird yang suka pagi? Atur jadwal sesuai energi terbaik.
2. Pilih "Markas" Istirahat yang Tepat
Rest area bukan cuma tempat parkir biasa. Anggap ini seperti memilih "basecamp" sementara. Cari yang terang, aman, dan nyaman. Ingat, istirahat berkualitas, perjalanan berkualitas!
3. Lakukan Peregangan
Jangan cuma duduk diam saat break. Lakukan peregangan simpel atau jalan-jalan ringan. Rasakan darah mengalir ke seluruh tubuh. Dijamin, badan jadi lebih segar.
Baca Juga: Mobil Lubricants Gandeng Chicco Jerikho untuk Pilihan Oli Mesin Berkualitas
4. Dengarkan "Alarm" Tubuh
Tubuh punya bahasa sendiri. Mata berat? Susah fokus? Itu bukan undangan buat maksain diri. Istirahat sejenak lebih baik daripada nyesel kemudian.
5. Konsumsi Minuman Kafein dengan Batas Wajar
Secangkir kopi memang bisa jadi superhero penyelamat. Tapi jangan jadikan ini satu-satunya senjata. Imbangi dengan air putih biar tubuh tetap terhidrasi.
6. Kenali Tanda Bahaya
Pusing? Mengantuk? Mata berkunang-kunang? Stop dulu lalu beristirahat. Keselamatan lebih berharga daripada memaksakan sampai tempat tujuan lebih awal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Awas Bingungkan Pengendara Lain! Kenali Waktu yang Salah untuk Pakai Lampu Hazard
-
Emiten RAAM Pangkas Utang dan Pulihkan Kinerja Operasional, Pendapatan Naik Jadi Rp 128,6 Miliar
-
BGN Suspend Dapur MBG di Semarang usai 707 Siswa dan Guru Diduga Keracunan
-
Ulasan Novel Kudasai, Ketika Kesetiaan Rumah Tangga Diuji oleh Masa Lalu
-
Pergeseran Gaya Hidup Kelas Atas: Saat Konsumen Kaya Lebih Pilih 'Experience' ketimbang Pamer Logo
-
3 Two Way Cake untuk Kulit Berjerawat: Ringan Tanpa Menyumbat Pori-Pori!
-
Review Film 'Sajen Satu Suro': Bukan Sekadar Horor Mistis, Ini Sisi Gelap Dosa Manusia!
-
Tolak Daftar Grammy 2027, Bos Recording Academy Respons Keputusan BTS
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Mei 1998: Luka Kolektif yang Tak Boleh Dikalahkan oleh Lupa