Suara.com - Kepolisian telah menetapkan MSK sebagai tersangka atas kecelakaan beruntun yang menimbulkan korban jiwa.
Namun, status penahanan belum dilakukan mengingat MSK masih dirawat akibat luka pengeroyokan.
"Intinya sudah jadi tersangka, karena ada korban," ujar AKP Joko Siswanto dari Polres Metro Jakarta Barat, Senin 27 Januari 2025.
Meskipun pasal yang akan dikenakan belum dipublikasikan, pihak kepolisian berjanji akan memproses kasus ini secara transparan.
Salah satu korban, TR, meninggal dunia setelah dirawat intensif. Jenazahnya telah dipulangkan ke kampung halaman di Karangampel, Indramayu, Jawa Barat. Korban lainnya, TN, S, dan MES, masih menjalani perawatan akibat luka yang diderita dalam kecelakaan tersebut.
Peristiwa ini memicu emosi masyarakat, terutama karena pelaku adalah anak ASN Kementerian Pertahanan.
Kecelakaan ini juga menyoroti pentingnya kepatuhan hukum dan keadilan dalam penanganan kasus yang melibatkan pihak dengan latar belakang tertentu.
Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya kehati-hatian di jalan raya dan tanggung jawab hukum tanpa pandang bulu.
Proses hukum yang transparan dan adil akan menjadi langkah penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.
Baca Juga: Putri Gus Dur Kritik Pergub Poligami ASN Jakarta: Normalisasi Praktik dan Objektifikasi Perempuan
Kecelakaan Beruntun
Kecelakaan beruntun di Jalan Palmerah Barat II, Jakarta Barat, Senin (20/1) dinihari, menyeret nama anak seorang ASN Kementerian Pertahanan (Kemhan) berinisial MSK.
Insiden ini tak hanya menghancurkan kendaraan tetapi juga merenggut nyawa salah satu korban, TR, yang meninggal dunia pada Selasa (21/1).
Perjalanan nahas dimulai ketika minibus berpelat nomor 6504-00 yang dikemudikan MSK melaju dari arah Utara menuju Selatan.
Di dekat Pasar Bintang Mas, mobil tersebut menabrak TR yang sedang berdiri di pinggir jalan setelah menurunkan barang. Bukannya berhenti, MSK tetap melaju, dan kecelakaan beruntun pun terjadi.
Korban 1 TN, pengendara sepeda motor yang tertabrak saat melaju searah di depan mobil MSK.
Korban 2, S dan MES, pengendara mobil minibus lain yang menjadi korban saat kendaraan MSK oleng ke jalur berlawanan di dekat Apotek Rawa Belong.
Kerusakan kendaraan dan luka-luka pada korban membuat suasana semakin tegang. Puncaknya, MSK menjadi sasaran amukan massa di lokasi kejadian hingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Dibungkam Vietnam 0-3, Peluang Indonesia ke Semifinal AFF 2026 Kian Berat
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan