Suara.com - Menjadi negara kaya memang menjadi idaman hampir para pemimpinnya. Namun bagaimana jadinya jika suatu negara kaya mendadak bangkrut gara-gara mobil mewah seperti Ferrari dan Lamborghini?
Itulah yang menimpa negara di tengah Samudra Pasifik bernama Nauru. Negara yang begitu kaya pada masanya kini harus mengalami kebangkrutan.
Dilansir dari Mirror, Nauru pernah disebut-sebut sebagaiLas Vegas mini di tengah lautan. Banyak mobil-mobil mewah berjejer di satu-satunya jalan beraspal mulai Lamborghini, Ferrari dan masih banyak lainnya.
Padahal akses jalan Nauru tak begitu banyak. Ya, hanya satu jalan. Bahkan ada cerita lucu tentang kepala polisi yang nekat membeli Lamborghini, tapi tak bisa menggunakannya. Pasalnya, dia tidak muat di kursi pengemudi.
Banyak masyarakat sana memiliki Lamborghini dan Ferrari untuk dijadikan tunggangannya. Lalu dari mana sih asal dari kekayaan tersebut?
Sumber kekayaan mereka ternyata berasal dari mineral fosfat. Fosfat yang terbentuk dari kotoran burung selama ribuan tahun menjadikan tanah Nauru begitu berharga untuk industri pupuk. Pendapatan per kapita mereka bahkan mengalahkan pangeran-pangeran minyak di Timur Tengah seperti di Arab Saudi dan lainnya.
Hidup di Nauru kala itu bagai mimpi indah yang menjadi kenyataan. Mau sekolah? Gratis! Sakit? Tenang, berobat ke Australia pun ditanggung pemerintah. Transportasi, media massa, semuanya gratis. Penduduk Nauru hidup bagai raja kecil di kerajaan mereka sendiri.
Tapi seperti kata pepatah, setiap pesta pasti berakhir. Ketika cadangan fosfat mulai menipis di tahun 90-an, nasib mereka mulai retak.
Nauru nekat menjadi surga pajak. Sayangnya, ini malah mengundang masalah lebih besar ketika 55 miliar Poundsterling Inggris atau setara Rp 1.132 triliun uang mafia Rusia mengalir masuk ke pulau kecil ini.
Baca Juga: Hamilton Pamer Ferrari F40 di Hari Pertama, Siap Kibarkan Panji Kuda Jingkrak!
Kini, Ferrari-Ferrari itu berkarat di pinggir jalan, menjadi monumen ironis kejayaan masa lalu. Nauru yang dulunya glamor kini memegang rekor kurang membanggakan: negara dengan tingkat obesitas tertinggi di dunia. 70 persen penduduknya mengalami obesitas, dan hampir setengah populasinya perokok berat.
Dengan populasi hanya 12.000 jiwa (bayangkan seukuran kompleks perumahan), Nauru kini bergantung pada bantuan Australia. Mereka bahkan harus menyewakan pulau mereka sebagai tempat penampungan pencari suaka demi bertahan hidup.
Kisah Nauru seperti peringatan keras dari sejarah: kekayaan bisa datang secepat kilat, tapi bisa pergi lebih cepat dari Ferrari yang pernah memenuhi jalanannya. Sebuah pengingat bahwa kemewahan tanpa kebijaksanaan hanyalah jalan cepat menuju kehancuran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
GAC Beberkan Filosofi di Balik Pengembangan Mobil Listrik AION V
-
Review Film Colors of Evil: Black, Kematian dan Misteri Kota yang Bungkam!
-
Ini Tema dan Logo Hari Pramuka 14 Agustus 2026, Simak Makna di Baliknya
-
Benarkah Feng Shui Rumah Tusuk Sate Bawa Sial? Simak Fakta dan Cara Menyiasatinya
-
Film Spider-Man: Brand New Day Cetak Rekor Preview Tertinggi Sepanjang Masa
-
Galaxy Watch9 dan Galaxy Watch Ultra2 Dorong Adopsi Samsung Health, Pengguna Aktif Tembus 2,5 Juta
-
Personel Band Massive Attack Dicekal Singapura Usai Kibarkan Bendera Palestina saat Konser
-
Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
-
Review The White Tiger: Potret Ketimpangan Sosial yang Memancing Dilema Moral
-
Kemarau Menggigit, Warga Bantul Sedot Selang demi Dapat Air