Suara.com - Mudik, momen yang ditunggu-tunggu oleh jutaan masyarakat Indonesia untuk pulang kampung. Bagi sebagian besar pengendara motor, sang kuda besi setia menjadi andalan untuk mengarungi jalanan panjang menuju kampung halaman.
Namun, tahukah Anda bahwa perjalanan panjang ini bisa membuat motor kesayangan Anda "terengah-engah"?
Mari kita intip tujuh "keluhan" yang mungkin dirasakan motor Anda setelah menempuh perjalanan jauh seperti dilansir dari Suzuki Indonesia:
1. Si Rantai Mulai "Bernyanyi"
Bayangkan rantai motor seperti atlet yang berlari maraton - setelah bekerja keras, dia butuh peregangan! Rantai yang kendur akan mulai "bernyanyi" dengan suara berisik yang mengganggu. Jangan diabaikan, ya - ini bisa mempengaruhi konsumsi BBM dan keselamatan Anda.
2. Oli Mesin "Menangis"
Ketika oli mulai merembes keluar, itu tandanya si mesin sedang "menangis" minta perhatian. Bisa jadi karena packing yang longgar, seal klep bocor, atau ring seher yang sudah lelah bekerja.
3. Filter Udara "Sesak Napas"
Seperti manusia yang butuh udara segar, mesin juga perlu bernapas dengan lancar. Filter udara yang tersumbat debu membuat mesin seperti orang yang kesulitan bernapas - tenaganya berkurang dan "nafsu makan" BBM-nya malah bertambah.
4. Gas yang "Malas"
Baca Juga: Pengusaha Logistik Keberatan Larangan Angkutan Barang Selama 16 Hari Selama Mudik
Merespon Ibarat orang yang kelelahan, tarikan gas bisa jadi kurang responsif akibat klep yang kendur. Motor jadi terasa "ogah-ogahan" saat diajak melaju.
5. Tenaga Mesin "Loyo"
Mesin yang kehilangan tenaga seperti atlet yang kehabisan energi. Berbagai faktor bisa menjadi penyebabnya, mulai dari busi kotor hingga masalah transmisi.
6. Suara "Brebet" yang Mengganggu
Dengarlah! Suara brebet dari mesin seperti bisikan yang memberitahu ada sesuatu yang tidak beres. Mungkin dari kop busi yang terkelupas atau pemasangan yang kurang tepat.
7. Si Motor "Tepar"
Yang paling ditakuti: motor yang tiba-tiba mogok di tengah jalan. Bisa karena kampas kopling putus atau mesin yang terlalu panas - seperti tubuh yang butuh istirahat setelah aktivitas berat.
Tips Menjaga Kondisi Motor
Agar motor tetap "fit" selama dan setelah mudik, ingatlah tiga kunci utama:
- Persiapkan motor sebaik mungkin sebelum berangkat
- Lakukan perawatan rutin komponen penting
- Jangan tunda servis berkala
Dengan perhatian ekstra dan perawatan yang tepat, motor kesayangan Anda akan siap mengantar Anda pulang kampung dengan aman dan nyaman. Selamat mudik!
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
AISMOLI Desak Pemerintah Beri Kepastian Insentif Motor Listrik Jangka Panjang
-
Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Intip Komparasi Versus Trio Yamaha MAXi 155
-
Apa Bedanya Honda Vario Evo 160 vs Vario 160 Edisi Sebelumnya?
-
Spesfikasi Lengkap dan Harga Honda Vario Evo 160
-
New Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Termurah Rp 28 Juta
-
Infrastruktur SPKLU Masih Jadi Kendala, DFSK Pilih Main Aman dengan Mobil PHEV
-
Kenaikan Harga BBM Dongkrak Penjualan Mobil Listrik di Indonesia
-
Terpopuler: Beda eMotor Tyranno vs Tyranno X, Honda Vario 160 Anyar Meluncur Hari Ini?
-
Pegang Uang Rp450 Juta di Jogja, Jangan Asal SPK SUV CRETA Alpha Sebelum Lihat Ganasnya Versi N Line
-
DFSK E5 Plus Ramaikan Pasar SUV dengan Teknologi PHEV untuk Pasar Indonesia