Suara.com - "Tidak semua yang berplat merah harus diberi jalan." Filosofi jalanan ini kini bergema kencang setelah sebuah drama lalu lintas yang melibatkan Toyota Alphard berplat TNI menjadi viral di TikTok. Mobil mewah seharga lebih dari Rp1 miliar itu, yang biasanya melenggang bebas di jalanan Jakarta, kali ini harus gigit jari ketika seorang pengemudi biasa memilih untuk tidak memberi jalan.
Bagaikan opera sabun jalanan, video yang diunggah akun @miichaelphs ini menggambarkan "pertarungan diam" antara si Alphard hitam mengkilat dan pemobil yang tak gentar dengan intimidasi visual plat merah.
Alih-alih tunduk pada "keagungan" plat dinas, sang pengendara justru memilih bertahan di jalurnya, menciptakan momen yang kemudian memicu gelombang dukungan dari warganet.
"Prioritas gue kasih jalan: 1. damkar 2. ambulance 3. emak-emak bawa motor reting kiri belok kanan," tulis seorang netizen dengan jenaka namun menohok. Komentar ini seolah menjadi manifesti jalanan yang baru, di mana hierarki kedaruratan yang sesungguhnya lebih dihargai ketimbang status sosial.
Kisah ini bukan sekadar cerita tentang dua kendaraan yang bersitegang di jalan tol.
Ini adalah potret pergeseran cara pandang masyarakat Indonesia yang semakin kritis terhadap privilege. Alphard berplat TNI itu, dengan segala kemewahan dan arogansinya, tanpa sengaja telah menjadi simbol dari sistem yang mulai ditentang publik.
Bayangkan sebuah mobil seharga Rp1 miliar lebih, dengan interior mewah bak hotel berjalan, menggunakan plat dinas untuk mendapatkan "hak istimewa" di jalan raya. Bukankah ini seperti menabur garam di atas luka masyarakat yang setiap hari berdesak-desakan di transportasi umum?
Perlawanan sipil yang ditunjukkan dalam video viral ini menjadi semacam katalis kolektif. Masyarakat yang selama ini mungkin hanya bisa menggerutu saat dipaksa minggir oleh mobil berplat merah, kini menemukan pahlawan mereka dalam sosok pengendara yang berani "melawan".
Lebih dari 1,5 juta likes dan 30 ribu komentar yang membanjiri unggahan tersebut bukan sekadar angka.
Baca Juga: Revolusi Kemewahan Blue Bird, Tak Hanya Toyota Alphard Tapi...
Ini adalah suara rakyat yang lelah dengan sistem privilege yang tidak masuk akal. Ketika ambulans dan mobil pemadam kebakaran saja harus berjuang mendapatkan akses di jalanan macet, mengapa kendaraan dinas non-darurat harus selalu diberi "karpet merah"?
Momen viral ini mungkin akan berlalu, tetapi dampak sosialnya bisa jadi lebih panjang. Ini adalah wake-up call bagi para pemegang privilege bahwa zaman sudah berubah.
Masyarakat tidak lagi secara membabi buta memberikan penghormatan berbasis status, tetapi lebih menghargai urgensi dan kemanusiaan.
Seperti kata pepatah, "Raja masa kini adalah rakyat." Dan di jalanan, filosofi ini terwujud dalam bentuk perlawanan halus namun telak terhadap arogansi plat merah.
Mungkin inilah saatnya untuk meninjau ulang sistem privilege di jalan raya, di mana kesetaraan menjadi norma baru dan keistimewaan hanya diberikan pada mereka yang benar-benar membutuhkan - seperti kendaraan emergency.
7 Kendaraan Prioritas di Jalan Raya
Menurut Pasal 134 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), ada tujuh kendaraan yang perlu diprioritaskan saat berada di jalan raya. Ini urutannya.
- Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas;
- Ambulans yang mengangkut orang sakit;
- Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas;
- Kendaraan pimpinan lembaga Negara Republik Indonesia;
- Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara;
- Iring-iringan pengantar jenazah;
- Konvoi dan atau kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Intip Jarak Tempuh dan Harga Honda Super-N, Fitur Booster Jadi Andalan si 'Brio Listrik'
-
Terpopuler: Daihatsu Rocky Bekas Harga Makin Terjangkau, Fortuner Listrik 300 Jutaan
-
Kualitas Perangkat Lunak Toyota bZ4X Dipertanyakan Setelah Recall Berulang Kali
-
Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
-
Akankah Harley-Davidson 40 Jutaan Beredar Global Termasuk ke Indonesia?
-
Mobil Listrik Toyota Sekaliber Fortuner Hadir, Harga Mulai Rp300 Jutaan
-
Yamaha Ajak Pengguna Motor Indonesia Makin Peduli Keselamatan Lewat Gerakan Pilih Selamat
-
Selamat Tinggal Pedal Rem! Motor Sport Yamaha Terbaru Bakal Dikendarai ala Skutik?
-
Pesona Ducati Desmo250 MX: Motor Trail Ber-DNA Superbike, Punya Fitur Quickshifter
-
Mobil Listrik Tapi Bebas Cas di SPKLU? Buktikan Sendiri Sensasi Nissan e-POWER di Yogyakarta