Suara.com - Denza D9 sudah berhasil mencuri perhatian konsumen di segmen mobil premium Indonesia. MPV listrik mewah dari submerek BYD itu pada Februari lalu sudah menjadi salah satu mobil listrik paling laris di Indonesia.
Tidak hanya itu, Denza D9 yang baru diluncurkan pada akhir Januari lalu itu bahkan sudah mengalahkan penjualan Toyota Alphard, MPV premium legendaris Toyota yang selama ini mendominasi pasar.
Seperti dilansir dari laporan bulanan asosiasi industri otomotif Indonesia atau Gaikindo pada pekan ini, Denza D9 sudah terjual sebanyak 912 unit pada Februari lalu.
Sementara di sisi lain, Alphard hanya terjual sebanyak 447 unit selama sebulan kemarin.
Bahkan jika penjualan selama Januari dan Februari digabungkan, capaian Denza masih lebih tinggi dibandingkan Alphard.
Pada Januari, sebanyak 25 unit Denza D9 terjual di Tanah Air. Dengan demikian total penjualannya selama 2025 mencapai 937 unit.
Sementara Alphard, selama Januari - Februari, hanya terjual sebanyak 874 unit di Indonesia.
Denza D9, produk pertama merek Denza di Indonesia, memang sering disandingkan dengan Toyota Alphard. Keduanya dinilai bersaing di segmen yang sama, yakni MPV premium.
Meski demikian ada perbedaan yang sangat mencolok antara dua mobil ini. Denza D9 di Indonesia tersedia hanya dalam satu varian, yakni listrik murni. Di Tiongkok, negeri asalnya, MPV ini juga tersedia dalam varian plug in hybrid (PHEV).
Baca Juga: MPV Premium DENZA D9 Diperkenalkan Lebih Luas di IIMS 2025
Sementara Alphard di Indonesia tersedia dalam dua varian, yakni yang bermesin bensin dan hybrid. Di Jepang, mobil mewah ini sudah tersedia juga dalam varian PHEV.
Harga Denza D9 di Indonesia adalah Rp 950 juta, dengan status on the road Jakarta. Sementara Toyota Alphard dijual dengan Rp 1,4 miliar sampai Rp 1,7 miliar.
Berita Terkait
-
BYD M6 dan Denza D9 Jadi Mobil Listrik Terlaris di Indonesia pada Februari
-
Penjualan Mobil Indonesia Naik untuk Pertama Kalinya Sejak 2023
-
Penjualan Honda Babak Belur Dihantam BYD Cs, Jadi yang Terburuk Dalam 9 Tahun Terakhir
-
BYD Indonesia Jual 3.400 Unit Mobil Selama Januari - Februari 2025
-
Pembukaan Empat Dealer Baru Tandai Ekspansi DENZA di Indonesia
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Escapism di Layar: Mengapa Konten Flexing Laku Keras di Media Sosial?
-
ASDP Percepat Digitalisasi 6 Pelabuhan Strategis, Face Recognition hingga One Gate System
-
Air PAM Macet Berbulan-bulan, Warga Pegadungan Rogoh Kocek Dua Kali demi Air Bersih
-
Mengapa Kita Begitu Bergantung pada Terigu yang Tidak Bisa Kita Tanam?
-
PFII Jangan Sampai Jadikan Bali Surga Para Penghindar Pajak
-
Bukan Jay Idzes, Rekannya di Sassuolo Resmi Direkrut Leeds United
-
Lewat Kerja Sama LoI Dengan KDEI, BRI Taipei Dorong Literasi Keuangan Pekerja Migran
-
Sinergi Dalam LoI, BRI Taipei dan KDEI Tingkatkan Akses Keuangan Pekerja Migran Indonesia
-
It Ends With Us, Novel yang Membuka Mata tentang Toxic Relationship
-
LoI Sinergi BRI Taipei Dengan KDEI: Berikan Literasi Keuangan Bagi Pekerja Migran Indonesia