Suara.com - Cari tahu bagaimana cara pasang home charging untuk mobil listrik Anda? Berapa daya listrik minimal untuk charging mobil listrik di rumah?
Seiring meningkatnya adopsi mobil listrik di kota-kota besar Indonesia, pertanyaan mendasar yang muncul di benak calon pemilik adalah soal pengisian daya.
Tak perlu khawatir, karena solusi pengisian daya utama untuk mobil listrik justru berada di rumah Anda sendiri.
Proses yang dikenal sebagai home charging ini ternyata jauh lebih mudah dan terjangkau dari yang dibayangkan, bahkan PLN telah menyiapkan berbagai kemudahan untuk mendukung ekosistem kendaraan ramah lingkungan ini.
Bagi Anda yang berencana membeli mobil listrik, memahami cara pasang home charging adalah langkah pertama yang krusial. Konsepnya sederhana dan sangat mirip dengan kebiasaan kita sehari-hari. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menganalogikannya dengan sangat baik.
"Mobil listrik ini layaknya handphone. Pengisian daya dilakukan pada malam hari di rumah masing-masing. SPKLU hanya digunakan ketika perjalanan jarak jauh," ujar Darmawan dalam rilis resmi PLN (25/02/2023).
Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa kenyamanan utama memiliki mobil listrik adalah kemampuan untuk "mengisi bahan bakar" saat Anda tidur.
Anda tidak perlu lagi mengantre di stasiun pengisian umum (SPKLU) untuk mobilitas harian, karena sebagian besar perjalanan di dalam kota seperti berangkat kerja atau mengantar anak sekolah, jarang melebihi 100 kilometer.
Sementara itu, kapasitas baterai mobil listrik modern rata-rata sudah sanggup menempuh jarak di atas 200 kilometer dalam sekali pengisian penuh.
Baca Juga: 6 Rekomendasi Mobil Listrik 7 Seater Terbaik, Muat Bawa Semua Keluarga
Bagaimana Cara Pasang Home Charging?
Kabar baiknya, Anda seringkali tidak perlu repot sama sekali. PLN telah menjalin kerja sama strategis dengan berbagai Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) atau dealer mobil listrik di Indonesia. Melalui kemitraan ini, proses instalasi menjadi bagian dari paket pembelian.
"Jadi setiap ada pembeli kendaraan listrik, petugas PLN akan langsung mendatangi rumah pembeli tersebut untuk memasangkan home charging, sehingga mereka dapat semakin nyaman dalam menggunakan kendaraan listrik," ucap Darmawan.
Secara umum, berikut adalah langkah-langkah yang akan terjadi saat Anda memasang home charging:
- Koordinasi Dealer dan PLN: Setelah Anda menyelesaikan transaksi pembelian mobil listrik, pihak dealer akan langsung berkoordinasi dengan PLN untuk menjadwalkan pemasangan home charging di alamat Anda.
- Survei dan Persiapan Instalasi: Petugas PLN akan datang untuk melakukan survei lokasi dan memastikan instalasi listrik di rumah Anda siap. Mereka akan menentukan titik terbaik untuk memasang wall mount charger.
- Pemasangan Fisik: Tim teknis akan memasang panel charger di dinding (biasanya di garasi atau carport) dan menyambungkannya ke panel listrik utama di rumah Anda.
- Sertifikasi dan Keamanan: Proses ini mencakup pengurusan dokumen penting seperti NIDI (Nomor Induk Data Instalasi) dan SLO (Sertifikat Laik Operasi). SLO sangat vital karena menjadi bukti bahwa instalasi charger Anda telah teruji, aman, dan sesuai standar yang berlaku. Proses ini kini dipermudah melalui portal resmi pemerintah.
- Aktivasi dan Penambahan Meter (Jika Perlu): Setelah semua terpasang dan tersertifikasi, layanan home charging Anda siap digunakan. Dalam beberapa skema, PLN mungkin akan memasang meteran listrik terpisah khusus untuk charger mobil listrik Anda.
Mengapa Home Charging Penting untuk Pemilik Mobil Listrik?
Bayangkan betapa nyamannya pulang ke rumah setelah seharian beraktivitas, mencolokkan mobil Anda ke charger, dan bangun keesokan harinya dengan baterai penuh.
Berita Terkait
-
6 Rekomendasi Mobil Listrik 7 Seater Terbaik, Muat Bawa Semua Keluarga
-
5 Harga Baterai Mobil Listrik, Mana yang Paling Terjangkau?
-
5 Mobil Listrik Seken Populer: Berapa Harga BYD Seal Bekas?
-
5 Mobil Listrik Murah Cocok untuk Berangkat Kerja, Mulai Rp60 Jutaan: Irit, Gesit!
-
5 Rekomendasi Mobil Listrik Terbaru Juli 2025: Desain Mewah, Harga Mulai Rp400 Jutaan
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
BYD Atto 1 Mengaspal, Harga Rp200 Jutaan Jarak Tempuh Tembus 380 Km Hadir Varian Premium
-
Rekam Jejak Kebakaran Mobil Chery Kembali Menghantui Konsumen
-
Mobil Toyota Yaris Bekas Harga di Bawah Rp100 Juta Dapat Tahun Berapa?
-
Anomali Harga BBM Imbas Perang Iran: Australia Kena Diskon, Indonesia Tak Berubah
-
Konversi Mobil Bensin ke Listrik atau Beli Mobil Listrik Baru, Mana Lebih Worth It?
-
Chery Tiggo Cross CSH Terbakar Hebat di Tol, Sistem Keamanan Jadi Pertanyaan
-
Apa Saja Mobil Chevrolet Bekas di Bawah Rp100 Juta yang Menarik?
-
Pilihan Motor Listrik dengan Jarak Tempuh di Atas 100 KM yang Cocok Untuk Harian
-
Solusi Cerdas Libas Jalan Bercadas: Ini 4 Opsi Mobil 1500cc Termurah tapi Berkelas
-
Update Harga BBM Pertalite, Solar hingga Pertamax di Berbagai Wilayah Indonesia 1 April 2026