Untuk Siapa? Bagi Anda yang mencintai desain out-of-the-box dan fungsionalitas unik. Motor ini adalah simbol kebebasan dan kreativitas.
Harga: Siapkan dana sekitar Rp 83.139.000(OTR Jakarta) untuk meminang "anjing sosis" dari Honda ini.
3. Honda Super Cub C125
Dari semua motor di daftar ini, Super Cub adalah yang paling legendaris. Terjual lebih dari 100 juta unit di seluruh dunia, ia adalah ikon keandalan dan desain abadi. Versi C125 adalah reinkarnasi modernnya dengan sentuhan premium.
Daya Tarik Utama: Desain S-shape yang tak lekang oleh waktu, sistem keyless (Honda Smart Key System), dan mesin injeksi 125cc yang halus. Aura klasiknya berpadu sempurna dengan teknologi masa kini.
Untuk Siapa? Penggemar otomotif sejati, kolektor, atau siapa pun yang menghargai warisan desain. Motor ini lebih dari sekadar alat transportasi, ini adalah sebuah mahakarya.
Harga: Dengan banderol Rp 79.941.000 (OTR Jakarta), motor bebek ini jelas bukan untuk kaum mendang-mending.
4. Honda CT12
Mengambil basis dari Super Cub, CT125 didesain untuk menjelajah. Knalpot yang menjulang ke atas (scrambler-style), rak belakang yang besar, dan ground clearance tinggi membuatnya siap diajak berpetualang ke mana saja, dari jalanan kota hingga medan ringan.
Baca Juga: Modal Rp7 Jutaan Bisa Beli Motor Apa? Ini 5 Rekomendasi Motor Matic Irit dan Tangguh
Daya Tarik Utama: Fungsionalitas tinggi untuk touring atau sekadar membawa barang. Desainnya yang tangguh dan utilitarian membuatnya terlihat gagah sekaligus klasik. Dilengkapi rem ABS channel depan untuk keamanan ekstra.
Untuk Siapa? Jiwa petualang yang ingin motor serbaguna. Cocok untuk camping, menjelajahi pinggiran kota, atau sekadar ingin tampil beda dengan gaya trekking.
Harga: Ini adalah yang termahal di antara keluarga Cub, dengan harga Rp 82.539.000,- (OTR Jakarta).
Memilih antara mobil bekas seharga Rp 80 jutaan dengan salah satu dari keempat motor hobi ini bukanlah soal perbandingan apel-ke-apel.
Namun, motor-motor ini menawarkan sesuatu yang tak bisa diukur dengan angka: identitas, komunitas, pengalaman berkendara yang visceral, dan potensi sebagai barang koleksi yang nilainya bisa bertahan.
Jadi, jika Anda dihadapkan pada pilihan tersebut, tim manakah Anda? Tim atap di atas kepala, atau tim angin yang menerpa wajah dengan penuh gaya?
Berita Terkait
Terpopuler
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Rumor Panas Eks AC Milan ke Persib, Bobotoh Bersuara: Bojan Lebih Tahu Kebutuhan Tim
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
Terkini
-
Mitsubishi Fuso dan Foxconn Dirikan Perusahaan Bus Listrik
-
3 Varian Honda Vario 160 Januari 2026, Solusi Matic Racy Dek Rata Punya Bagasi 18 Liter dan Irit BBM
-
Otomaxy Diluncurkan, Layani Asuransi Kendaraan Tua hingga EV
-
5 Mobil Bekas Sekelas Honda HR-V dengan Fitur Canggih dan Harga Bersaing
-
Jakarta Banjir Lagi, Ini 5 Mobil Bekas 'Anti Banjir' Paling Laku Buat Terobos Genangan
-
5 Rekomendasi Mobil Hybrid Paling Irit, Performa Andal untuk Berkendara di Perkotaan
-
STNK Hilang, Apakah Masih Bisa Balik Nama Kendaraan? Begini Ketentuannya
-
Mobil Kecil Suzuki Apa Saja? Ini 7 Pilihan Terbaik yang Awet Buat Harian
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Toyota untuk Harian, Gesit dan Irit BBM
-
Mitsubishi Grandis atau Honda Odyssey? MPV Mewah Bekas Under 100 Juta yang Nyaman di Jalan Rusak