Spin dibekali mesin 125 cc yang memberikan tarikan lebih bertenaga dibandingkan Mio generasi awal. Cocok untuk Anda yang sesekali melewati tanjakan atau butuh akselerasi lebih responsif.
Meski berkapasitas 125 cc, konsumsi bahan bakar Suzuki Spin dikenal sangat irit, bahkan disebut-sebut lebih baik dari Mio atau BeAT generasi pertama.
Popularitasnya yang tidak setinggi Mio membuat harga bekasnya menjadi lebih miring. Anda bisa mendapatkan unit dengan tahun yang sama dengan Mio namun dengan harga lebih murah.
Perkiraan Harga: Unit Suzuki Spin 125 keluaran tahun 2006-2008 bisa Anda temukan di kisaran harga Rp 2,8 jutaan.
3. Suzuki Skywave 125 (2007-2011)
Dengan desain yang lebih bongsor dan elegan pada masanya, Skywave menawarkan aura yang lebih "mahal" dibandingkan dua motor sebelumnya.
Dimensi yang lebih besar dan jok yang lebar membuat posisi berkendara lebih nyaman, terutama untuk perjalanan jauh.
Skywave juga sudah dilengkapi dengan dua peredam kejut di bagian belakang (double shockbreaker), yang membuatnya lebih stabil dan nyaman saat melibas jalanan tidak rata.
Satu hal yang menjadi catatan adalah ketersediaan beberapa komponen body dan spare part fast moving yang tidak semudah Yamaha Mio. Namun, untuk urusan mesin, banyak komponennya yang bisa saling tukar dengan Suzuki Spin.
Perkiraan Harga: Harga bekasnya sedikit lebih tinggi, biasanya menyentuh angka Rp 3 jutaan atau sedikit di atasnya untuk unit keluaran 2007.
Baca Juga: 15 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan RAM 8 GB Terbaru Agustus 2025
4. Honda BeAT Karbu (Generasi Pertama)
Dikenal sebagai raja irit, BeAT generasi pertama adalah pilihan yang sangat aman.
Generasi pertama Beat ini terkenal memiliki durabilitas mesin yang sangat baik untuk pemakaian harian. Mesin 110 cc SOHC-nya dikenal tangguh dan jarang rewel, asalkan oli dan servis rutin tidak terlewatkan.
Dengan sistem pembakaran karburator, perawatannya sangat mudah dipahami oleh hampir semua bengkel di Indonesia, dari bengkel resmi hingga bengkel umum di pinggir jalan.
Suku cadangnya melimpah dan harganya terjangkau, menjadikannya pilihan ideal bagi pelajar, mahasiswa, atau siapa pun yang menginginkan biaya operasional rendah.
Namun, dengan budget Rp 2 jutaan mungkin akan sulit menemukan unit yang segar. Jika Anda bisa menaikkan budget ke angka Rp 4 jutaan, motor ini sangat layak dipertimbangkan.
Memilih motor matic bekas dengan budget Rp 2 jutaan bukanlah hal yang mustahil. Apapun pilihan Anda, pastikan untuk melakukan pengecekan menyeluruh. Semoga informasi ini membantu!
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Yamaha Gear Ultima Buktikan Skutik Kompak Bisa Tangguh di Jalur Perkotaan Maupun Pedesaan
-
Kenaikan Harga BBM Diklaim Tak Berikan Dampak Terhadap Penjualan Mobil Premium
-
Yamaha R15 Paket Hemat Harga Tak Sampai 30 Juta, tapi Joknya Nyambung
-
Andalkan Autopilot, Mobil Listrik Xiaomi Pecah Rekor Sirkuit
-
Hyundai Ioniq 5 Setara BYD Apa? Kini Harganya Lebih Murah 150 Jutaan
-
Gebrakan BMW Indonesia Rilis Tiga Mobil Kencang untuk Pecinta Adrenalin
-
Ambisi Akio Toyoda Pertahankan Mesin Bensin Dinilai Bisa Jadi Ancaman Bagi Masa Depan Toyota
-
Muka Mirip Lamborghini, Berapa Jarak Tempuh Hyundai Ioniq V Terbaru?
-
Harga 8 Jutaan Setara DP Vario Evo 160, Intip 7 Motor Anti Cupu Cocok untuk Pelajar
-
Mobil Listrik Shell Bisa Isi Daya Cuma 10 Menit, Apa yang Beda Dibanding EV Biasa?