Suara.com - Raksasa energi global, Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC), bersama mitra distribusinya di Indonesia, PT Garuda Petro Perkasa, menegaskan komitmen jangka panjang untuk menggarap pasar pelumas nasional. Langkah ini ditandai dengan konsolidasi strategi distribusi dan penguatan kemitraan bisnis di tengah potensi pasar yang sangat besar.
Indonesia merupakan salah satu pasar pelumas paling dinamis di Asia Tenggara. Riset dari Mordor Intelligence memproyeksikan volume pasar pelumas di Tanah Air akan mencapai 1,06 miliar liter pada tahun 2025. Pertumbuhannya pun diprediksi stabil dengan laju tahunan (CAGR) sebesar 3,85% hingga 2030, didorong oleh peningkatan jumlah kendaraan, geliat sektor manufaktur, serta kesadaran akan efisiensi energi.
Melihat peluang emas ini, ADNOC menghadirkan lini pelumas andalannya, ADNOC Voyager, dengan pendekatan komprehensif. Mulai dari produk berkualitas yang telah tersertifikasi global, dukungan teknis di lapangan, hingga strategi distribusi nasional yang solid bersama PT Garuda Petro Perkasa.
“Indonesia adalah pasar penting bagi ADNOC. Dengan pertumbuhan konsumsi pelumas yang tinggi dan permintaan akan produk yang efisien serta ramah lingkungan, kami melihat potensi besar untuk membangun kemitraan jangka panjang. ADNOC Voyager membawa solusi pelumas masa depan yang tidak hanya unggul dalam performa, tetapi juga menjawab kebutuhan global akan keberlanjutan,” ujar Saber Al Ammari, Vice President Lubricants, Base Oil & Specialties ADNOC, Kamis (14 Agustus 2025).
ADNOC Voyager sendiri telah membuktikan kualitasnya di lebih dari 47 negara dengan mengantongi 180+ sertifikasi internasional, termasuk dari API, JASO, dan pabrikan otomotif (OEM) terkemuka. Produknya juga telah disesuaikan untuk iklim tropis dan kondisi berkendara di Indonesia.
Sebagai bukti keseriusannya, ADNOC menggelar "Voyage to the Future: ADNOC Voyager Appreciation Night 2025". Acara ini menjadi ajang apresiasi bagi mitra strategis dari brand otomotif ternama seperti Eurokars Group (Rolls-Royce, Porsche, Maserati), Jeep, Mercedes-Benz, Ford, Chevrolet, dan Sun Motor Group (Mazda, Mitsubishi, Hyundai). Turut hadir pula mitra dari brand otomotif Tiongkok seperti BAIC dan Great Wall Motor (GWM).
Sejak ditunjuk sebagai distributor resmi pada 2018, PT Garuda Petro Perkasa telah membangun jaringan distribusi di lebih dari 12 wilayah strategis dan menargetkan untuk terus memperluasnya pada 2026.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
5 Sepeda Listrik untuk Orang Gemuk, Nyaman dan Stabil Dipakai Harian
-
Impor Kendaraan India Koperasi Merah Putih Mengancam Nasib Ribuan Buruh Industri Otomotif
-
Terpopuler: Biaya Ganti Baterai Mobil Hybrid, Update Harga Yamaha Aerox Februari 2026
-
Berapa Biaya Ganti Baterai Mobil Hybrid setelah 5 Tahun?
-
Terpopuler: Harga Mobil Terancam Naik, HR-V Langka Raffi Ahmad Bikin Ngiler
-
Harga Motor Bebek dan Matic Suzuki untuk Varian Terbaru yang Masih Eksis
-
Harga Honda HR-V dari Tahun ke Tahun, Mulai Rp70 Jutaan Mana Varian Paling Worth It?
-
Bukan Sembarang Mobil Tua! Ini Spek Honda HR-V Gen 1 Kado Gading Marten untuk Raffi Ahmad
-
Harga Mobil Bakal Melonjak? Imbas Kebijakan Mendadak Tarif Global 10 Persen dari Presiden Trump
-
Indonesia dan AS Teken Perjanjian Dagang Impor Bioetanol, Peta Jalan Bioetanol Nasional Berubah?