Suara.com - Nama Benny Kabur Harman kembali menjadi sorotan publik setelah potongan video dirinya dalam uji kelayakan dan kepatutan calon hakim agung viral di media sosial.
Dalam video itu, anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Demokrat tersebut melontarkan sindiran kepada Alimin Ribut Sujono, hakim tinggi yang pernah menjatuhkan vonis mati terhadap Ferdy Sambo.
Sindiran tersebut menuai gelombang kecaman dari warganet, karena dianggap tidak pantas dan seolah membela pelaku kejahatan berat.
Kontroversi bermula saat fit and proper test di Komisi III DPR RI pada Kamis (11/9/2025). Benny mempertanyakan integritas moral Alimin terkait keputusan menjatuhkan hukuman mati kepada Sambo, eks Kadiv Propam Polri yang terlibat dalam kasus pembunuhan berencana terhadap ajudannya, Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Menanggapi pertanyaan itu, Alimin menjawab tegas bahwa vonis mati yang ia jatuhkan merupakan bentuk penegakan hukum terhadap kejahatan luar biasa (extraordinary crime).
Namun, pernyataan Benny dianggap publik tidak berfokus pada substansi hukum, melainkan terkesan meragukan keputusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap.
Video tersebut kemudian ramai diperbincangkan. Banyak warganet menyerang Partai Demokrat, bahkan mendesak Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk mengambil sikap tegas. Salah satu komentar yang paling disorot datang dari akun @awreceh.id, yang menulis dengan nada keras:
“@agusyudhoyono @pdemokrat pilihanmu hanya dua: 1. Kalian pecat Pak Benny secepatnya. 2. Kalian pecat Pak Benny secepatnya!!!”
Padahal, sebelum insiden viral itu, Benny juga kerap vokal menyoroti kasus Sambo. Ia pernah mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar menghentikan segala bentuk rekayasa hukum, baik di tingkat pusat maupun daerah. Menurutnya, kasus Sambo memberi pelajaran penting bagi Polri agar solid dan tidak mudah terjebak dalam manipulasi kasus hukum.
Baca Juga: Timpang Jauh! Intip Kekayaan dan Koleksi Kendaraan Menkop Ferry Joko Yuliantono vs Budi Arie Setiadi
Benny juga meminta agar Polri tetap independen, terutama menjelang Pemilu 2024, dan membubarkan satuan tugas internal yang dianggap tidak sesuai hukum. Dengan demikian, rekam jejak Benny dalam kasus Sambo sebenarnya tidak hanya kontroversial, tetapi juga memperlihatkan sikap kritisnya terhadap kepolisian.
Selain polemik terkait Sambo, nama Benny juga sempat mencuat saat ia menantang Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. Benny mengajak Mahfud hadir dalam rapat Komisi III DPR RI untuk membongkar transaksi janggal senilai Rp349 triliun di Kementerian Keuangan.
Saat itu, Benny menyebut dirinya akan menyambut Mahfud dengan tangan terbuka, asalkan Menko Polhukam berani membeberkan pihak-pihak yang terlibat. Pernyataan ini membuat perdebatan antara legislatif dan eksekutif kian hangat, sekaligus memperkuat reaksi publik terhadap Benny hingga profil, harta kekayaan dan koleksi kendaraannya pun ikut jadi sorotan.
Profil Singkat Benny K Harman
Benny Kabur Harman lahir di Dengem Satar Mese, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada 19 September 1962. Pria berusia 60 tahun ini memiliki nama asli Harman Benediktus Kabur, namun lebih dikenal dengan panggilan Benny K Harman.
Karier politiknya terbilang panjang. Sejak 2004, Benny sudah menjabat sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat dan bertahan hingga empat periode. Ia pernah duduk di berbagai komisi, termasuk Komisi III yang membidangi hukum, dan saat ini tercatat sebagai anggota Komisi II DPR RI. Sebagai kader senior Demokrat, kiprah Benny sering kali mencuri perhatian publik, baik karena sikap vokalnya maupun pernyataan-pernyataannya yang kontroversial.
Berita Terkait
-
Timpang Jauh! Intip Kekayaan dan Koleksi Kendaraan Menkop Ferry Joko Yuliantono vs Budi Arie Setiadi
-
Koleksi Kendaraan Ahmad Sahroni: Mobil Mewah dan Motor Langka, Total 38 Miliar!
-
Kena OTT KPK, Garasi Wamenaker Noel Isinya 'Sultan': dari Picanto Jadi Mobil Rp2,3 Miliar
-
Rumah Digeledah KPK, Begini Koleksi Kendaraan Ridwan Kamil
-
Ada yang Hedon, Ada yang Memelas: Ini Komparasi Koleksi Kendaraan 6 Tersangka Korupsi Pertamina
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
-
100 Ribu Buruh Perusahaan Otomotif "V" Terancam PHK
-
Tunda Nyicil Scoopy Baru, Yamaha Grand Filano Bekas Lebih Murah, Mending Mana?
-
Pesona SUV Mazda yang Seukuran dengan Suzuki S-Presso, Harga Cuma Tak Sampai 200 Juta
-
Irit dan Tangguh, Ini Alasan Kenapa Yamaha Gear Ultima Jadi Skutik Favorit Perempuan
-
Honda, Nissan dan Mitsubishi Jalin Kerja Sama, Ada Udang di Balik Batu
-
Strategi Motul Dekati Konsumen Melalui Jaringan Bengkel Modern B-Quik
-
Suzuki Ignis Kena Recall, Apa Bagian yang Rusak?
-
Tinggalkan Kesan Murah, Begini Wujud Baru Honda BeAT Terbaru dengan Emblem Silver dan Warna Matte
-
Alasan Mitsubishi Xforce Ultimate DS Tetap Relevan Bagi Pengguna yang Punya Mobilitas Tinggi