Suara.com - Xpander dan Xforce menjadi dua 'anak emas' dari Mitsubishi. Baik secara pemasaran dan pengembangan kedua mobil tersebut digencar-gencarkan.
Kedua mobil gahar dari Mitsubishi tersebut menjadi tunggangan yang dicari-cari oleh berbagai kalangan elit maupun menengah ke atas.
Secara desain, kedua mobil tersebut kerap dinilai serupa. Tampilan macho dari Xpander dan Xforce membuat keduanya populer bagi mereka yang suka mobil gahar.
Kemiripan desain dari Xpander dan Xforce buat mereka yang awam dengan mobil tentu kerap menyamakan kedua spesifikasi tersebut.
Memang tak dapat dipungkiri bahwa performa dari kedua mobil tersebut kerap serupa dalam proses pengujian. Keduanya juga menggunakan platform dasar dan komponen penggerak yang sama.
Kendati demikian, perlu diketahui bahwa mesin dan spesifikasi dari kedua mobil tersebut berbeda.
Bahkan, segmen dari kedua mobil tersebut juga diperuntukkan bagi kalangan yang berbeda. Berikut perbedaan Xpander dan Xforce dalam segi mesin dan spesifikasi.
Membedah Xforce yang dianggap serupa dengan Xpander
Mitsubishi Xforce didesain sebagai Compact SUV atau Small SUV (5-seater) yang menargetkan ke gaya hidup (lifestyle), desain yang lebih modern/futuristik, fitur canggih, an karakter berkendara yang berbeda.
Lantaran punya desain SUV, mobil ini punya ground clearance lebih tinggi ketimbang Xpander.
Baca Juga: Harga Pajero Sport Bekas Tahun ke Tahun: Cocok untuk Libur Akhir Tahun, 150 Juta Dapet?
Mesinnya juga dirancang berbeda dengan Xpander lantaran punya desain SUV.
Xforce dibekali mesin 4A91 1.5L MIVEC DOHC 16 Valve, 4 Silinder berkapasitas 1.499 cc.
Mesin yang menjadi jantung Xforce tersebut adalah mesin Naturally Aspirated (tanpa turbo),
Kelebihan dari mesin tersebut telah teruji memberikan keuntungan dari segi efisiensi bahan bakar, biaya perawatan yang terjangkau, dan reliabilitas yang tinggi.
Adapun dari segi performa, Xforce bisa menghasilkan tenaga maksimum 105 PS (77 kW) pada 6.000 rpm.
Torsi maksimumnya juga tak mengecewakan lantaran tercatat sampai 141 Nm pada 4.000 rpm.
Ada juga tambahan MIVEC (Mitsubishi Innovative Valve timing Electronic Control system) untuk mempermudah kemudi sehingga menjadi lebih mulus dan nyaman.
Teknologi ini mengontrol waktu bukaan katup (valve timing) menggunakan sistem elektronik untuk mencapai keseimbangan optimal antara tenaga tinggi pada putaran mesin atas dan efisiensi bahan bakar pada putaran mesin rendah.
Xforce sebagai SUV sejati juga dilengkapi Active Yaw Control (AYC) di varian Ultimate untuk meningkatkan performa menikung dengan mengatur gaya pengereman pada roda-roda depan secara independen.
Tak hanya AYC, varian Ultimate tadi juga dilengkapi dengan empat mode berkendara yang menyesuaikan respons mesin, transmisi, dan AYC.
Adapun soal harga, Xforce dibanderol di nominal Rp388 juta untuk varian reguler dan Rp430 juta untuk varian Ultimate.
Mesin Xpander tawarkan kenyamanan berkendara bersama keluarga
Jika Xforce sebagai SUV memaksimalkan performa dan torsi mesin, maka Xpander lebih fokus ke stabilitas dan kenyamanan.
Mitsubishi menekankan kenyamanan pada Xpander lantaran mobil ini diperuntukkan sebagai mobil MPV keluarga.
Tak jauh berbeda dari Xforce, Xpander menggunakan mesin 1.5L MIVEC DOHC 16 Valve, 4 Silinder, Naturally Aspirated (non-turbo).
Xpander, terutama varian matic menggunakan transmisi CVT yang penyetelannya (rasio dan pattern) diutamakan untuk kenyamanan, kehalusan, dan efisiensi bahan bakar saat membawa 7 penumpang.
Mesin Xpander dirangkai sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan Power-to-Weight Ratio-nya untuk memboyong 7 penumpang dan barang bawaan banyak sekaligus namun tetap bertenaga dan responsif saat diajak berakselerasi.
Mobil keluarga 7-seater ini dijual dengan harga yang lebih ekonomis ketimbang Xforce, yakni dari Rp270 juta hingga Rp337 juta.
Kontributor : Armand Ilham
Berita Terkait
-
Harga Pajero Sport Bekas Tahun ke Tahun: Cocok untuk Libur Akhir Tahun, 150 Juta Dapet?
-
Jangan Asal Pilih, Pahami Dulu 4 Varian Mitsubishi Destinator Biar Gak Merana
-
Tiba di Negeri Sebelah: Tenaga SUV Baru Mitsubishi Bikin HR-V Ngos-ngosan Meski Mesin Cuma 1300cc
-
Alternatif Mitsubishi Destinator, 4 Mobil Tangguh dengan Harga Lebih Murah Rp100 Jutaan
-
Innova Zenix dan Destinator Mulai Ramai di Jalan: Ini Opsi Alternatif yang Anti Mainstream
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Adu Mobil Bekas Mitsubishi Mirage vs Nissan March, Mending Mana?
-
Harga Mobil Mitsubishi Februari 2026, Mending Xforce atau Xpander Cross?
-
Berapa Km Mobil Bekas Masih Bisa Dianggap Bagus? Ini 5 Rekomendasinya, Harga di Bawah Rp100 Juta
-
Berapa Harga Mobil Ayla Bekas? Mobil Second Rasa Baru
-
BYD Siapkan Denza B5 PHEV Perkuat Dominasi Pasar Kendaraan Elektrifikasi di Indonesia
-
Teduh di Musim Hujan tapi Harga Sekelas Aerox, Ini 5 Mobil Bekas 30 Jutaan yang Bagus
-
Aki Bekas Mobil Dihargai Berapa? Ini Kisarannnya di Pasaran
-
5 Mobil Bekas yang Bisa Dicicil dengan Angsuran Rp1,5 Juta selama 6 Tahun, Muat 7 Orang
-
Jajal Sensasi Suzuki Grand Vitara Hybrid di IIMS 2026, SUV Minim Limbung
-
Kasus Mohan Hazian Viral, Porsche Macan Merah Miliknya Ikut Disorot