Suara.com - Menjamurnya jenis motor matic belakangan jelas disadari oleh hampir semua orang. Hal paling nyata adalah mudahnya menemukan motor matic berada di jalanan jika dibandingkan dengan motor bebek.
Lalu, mana yang lebih hemat untuk jangka panjang antara motor matic dan motor bebek? Perdebatan ini sebenarnya bukan hal baru yang ada di industri otomotif nasional.
Banyak yang beranggapan bahwa motor bebek masih jadi jenis paling awet untuk urusan bahan bakar, namun jika berbicara kenyamanan dan kepraktisan, jelas motor matic juaranya.
Lalu kira-kira jika dibandingkan berdasarkan beberapa variabel, seperti konsumsi BBM, biaya perawatan, kepraktisan penggunaan, dan teknologi yang ada, mana motor yang paling unggul?
1. Konsumsi Bahan Bakar Motor Rata-Rata
Dari segi konsumsi bahan bakar motor secara rata-rata, motor bebek diklaim menjadi jenis yang lebih efisien.
Penggunaan bahan bakar yang efisien ini dapat dilihat pada perbandingan yang dilakukan di konteks perjalanan jauh dan harian, pada kecepatan yang konstan.
Secara umum, rata-rata konsumsi BBM motor bebek berada pada kisaran 40 hingga 60 kilometer per liter bahan bakar. Sedangkan pada motor matic, konsumsi bahan bakarnya rata-rata ada pada kisaran 40 kilometer per liter pada kebanyakan motor yang ada di Indonesia.
Tentu pengecualian bisa diberikan pada motor matic kecil seperti Honda BeAT yang memang didesain untuk menghemat bahan bakar.
Baca Juga: Uang Rp5 Juta Bisa Beli Honda Supra X Model Apa? Cek Rekomendasi Terbaiknya
Namun secara umum, untuk urusan konsumsi bahan bakar motor bebek lebih efisien dibandingkan motor matic.
2. Biaya Perawatan Rutin
Untuk urusan perawatan rutin akan mengacu pada suku cadang yang perlu diberikan treatment.
Motor bebek secara umum menggunakan sistem rantai dan gir untuk mendukung pergerakannya. Oli mesin yang diperlukan lebih murah, dan tidak ada biaya tambahan untuk oli transmisi seperti yang diperlukan di motor matic.
Di sisi lain, motor matic memerlukan perawatan bagian CVT yang relatif lebih tinggi, oli mesin yang lebih mahal, dan masih ditambah oli transmisi yang membuatnya memiliki biaya perawatan lebih tinggi.
3. Keawetan dan Usia Penggunaan
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Krisis Kapal Pengangkut Paksa Produsen Mobil China Gunakan Strategi Darurat demi Ekspor Global
-
Rating Keselamatan Bintang Lima Bukan Jaminan Aman dari Bahaya Tabrak Belakang
-
5 Mobil Listrik Murah 150 Jutaan dari Atto 1 hingga Ioniq, Simak Saran Pakar
-
Intip Pesona Motor Listrik Mungil dari Yamaha: Cocok Gantikan BeAT, Jarak Tempuh 83 Km
-
Yamaha Mio 150 Mengaspal, Beginikah Wujudnya? Bodi Mungil Mesin Seperkasa Aerox
-
Komunitas XMAX Lihat Langsung Dapur Produksi Motor Yamaha di Pulogadung
-
Honda Rebel 1100 Hadir dengan Penyegaran Warna Baru
-
Solusi Buruh dan Mahasiswa: 5 Motor Gesit yang Bisa Dibeli dengan Harga Under 10 Juta
-
5 Pilihan Motor Lebih Murah dari Honda BeAT tapi Bagasinya Besar, Lebih Bertenaga
-
Daftar 10 Provinsi yang Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Juli 2026