Otomotif / Motor
Minggu, 11 Januari 2026 | 17:00 WIB
Ilustrasi motor bekas Yamaha R15 (OLX)

3. Biaya perawatan cenderung lebih besar

Harga beli motor bekas memang lebih murah, tetapi salah satu kekurangan membeli motor bekas adalah potensi biaya perawatan yang lebih tinggi. Komponen aus seperti kampas rem, ban, aki, hingga shockbreaker biasanya perlu diganti.

Pada beberapa kasus, kerusakan kecil jika dibiarkan justru menimbulkan kerusakan lanjutan yang lebih mahal.

Untuk menghadapi hal ini, Anda perlu menyiapkan dana cadangan selain harga motor. Buat daftar komponen yang harus diganti setelah pembelian supaya performa kembali normal.

Pilih motor bekas dengan ketersediaan sparepart melimpah agar biaya perbaikan tidak membengkak. Servis rutin juga penting agar kerusakan tidak merembet ke bagian lain.

4. Nilai jual kembali tidak selalu stabil

Ada juga kekurangan membeli motor bekas dari sisi nilai jual. Motor yang sudah bekas kemudian dipakai kembali akan mengalami penurunan harga lebih cepat, apalagi jika kondisi fisik dan mesinnya tidak terjaga.

Faktor merek, tahun produksi, dan tren pasar sangat memengaruhi harga jual. Jika Anda berniat menjual lagi, mungkin nilainya tidak seperti yang diharapkan.

Solusinya, pilih motor dengan merek yang dikenal memiliki nilai jual stabil. Rawat tampilan dan mesin secara berkala agar kondisinya tetap menarik di mata pembeli.

Baca Juga: Motor Matic Terbaik Yamaha Harga di Bawah Rp 20 Juta: Pilih Mio M3, Gear 125, atau Gear Hybrid?

Simpan juga nota servis dan bukti pergantian sparepart sebagai rekam jejak perawatan yang bisa meningkatkan kepercayaan calon pembeli nantinya.

5. Dokumen tidak selalu lengkap atau bermasalah

Masalah administrasi juga termasuk kekurangan membeli motor bekas yang sering terjadi. BPKB dan STNK bisa saja tidak lengkap, pajak menunggak, atau bahkan statusnya kendaraan bermasalah.

Jika tidak teliti, Anda bisa kerepotan saat balik nama atau membayar denda pajak yang menumpuk.

Untuk menghindari hal ini, pastikan semua dokumen asli dicek dengan teliti. Cocokkan nomor rangka dan nomor mesin dengan data di STNK dan BPKB. Tanyakan status pajak dan tilang elektronik bila perlu.

Usahakan melakukan transaksi di tempat terang dan legal, serta hindari motor tanpa dokumen lengkap meskipun harganya terlihat sangat murah.

Load More