Otomotif / Motor
Minggu, 11 Januari 2026 | 17:00 WIB
Ilustrasi motor bekas Yamaha R15 (OLX)

Suara.com - Membeli motor bekas sering dianggap solusi hemat untuk mendapatkan kendaraan pribadi. Harganya lebih terjangkau dan pilihannya banyak. Namun, sebelum memutuskan, Anda juga perlu memahami risikonya.

Banyak orang bertanya, apa kekurangan membeli motor bekas dan bagaimana cara mengatasinya agar tidak salah pilih. Melalui pembahasan ini, Anda dapat mempertimbangkan baik buruknya sehingga keputusan yang diambil benar-benar matang.

Dengan mengetahui kekurangan membeli motor bekas, Anda akan lebih siap secara mental maupun finansial. Tidak ada salahnya memilih motor second, asalkan Anda paham kondisi real di lapangan dan tahu langkah pengecekan yang tepat.

Berikut ulasan mengenai beberapa kekurangan membeli motor bekas yang paling sering terjadi beserta solusi yang bisa dilakukan.

1. Kondisi mesin tidak selalu prima

Salah satu kekurangan membeli motor bekas yang paling umum adalah kondisi mesin yang tidak bisa ditebak.

Dari luar terlihat mulus, tetapi bagian mesin bisa saja sudah lemah karena pemakaian lama, kebiasaan servis yang tidak teratur, atau pernah mengalami kerusakan berat.

Mesin yang sudah menurun performanya biasanya terasa kurang bertenaga, boros bensin, dan muncul suara tidak wajar saat dinyalakan.

Untuk mengatasi hal ini, solusi terbaik adalah membawa orang yang paham mesin saat pengecekan. Anda juga bisa melakukan test ride agar tahu rasanya saat motor dipakai. Jangan ragu mengecek riwayat servis atau menanyakan secara detail kepada penjual.

Baca Juga: Motor Matic Terbaik Yamaha Harga di Bawah Rp 20 Juta: Pilih Mio M3, Gear 125, atau Gear Hybrid?

Jika perlu, siapkan dana tambahan untuk servis besar setelah membeli motor, sehingga performanya bisa kembali optimal.

Ilustrasi motor bekas harga jutaan buat berangkat kuliah, touring juga cocok. (freepik)

2. Risiko pernah terkena banjir atau kecelakaan

Tidak semua penjual jujur mengenai riwayat kendaraan. Salah satu kekurangan membeli motor bekas adalah kemungkinan motor pernah menjadi korban banjir atau kecelakaan berat.

Dampaknya tidak hanya pada tampilan, tetapi juga kelistrikan, rangka, hingga keamanan berkendara. Motor bekas banjir biasanya meninggalkan karat, bau apek, dan masalah pada sistem elektronik.

Solusinya, lakukan pengecekan menyeluruh pada rangka, baut, kabel, dan bagian bawah motor. Hindari motor dengan bekas karat parah atau rangka yang terlihat tidak simetris.

Anda juga bisa membandingkan catatan STNK dan nomor rangka untuk memastikan tidak ada perubahan mencurigakan. Memilih penjual terpercaya dan bergaransi akan sangat membantu meminimalkan risiko ini.

Load More