Otomotif / Motor
Kamis, 15 Januari 2026 | 10:11 WIB
ilustrasi motor kopling (freepik)
Baca 10 detik
  • Mengendarai motor kopling membutuhkan koordinasi tangan dan kaki untuk mengoperasikan transmisi manual.
  • Pengendara harus mempersiapkan keselamatan diri, memastikan gigi netral, lalu menguasai teknik penyalaan dan pergerakan awal yang halus.
  • Penguasaan teknik ini mencakup perpindahan gigi, pengereman yang tepat, serta latihan bertahap guna meningkatkan keamanan dan umur mesin.

Suara.com - Mengendarai motor kopling bisa terasa menantang bagi pemula. Namun dengan latihan yang tepat, kamu bisa menguasainya dengan lancar.

Motor kopling menggunakan sistem transmisi manual yang memerlukan koordinasi antara tangan dan kaki untuk mengoperasikan tuas kopling, gigi, dan gas.

Berbeda dengan motor matic yang otomatis, motor kopling memberikan kontrol lebih baik, terutama di medan berbukit atau saat membutuhkan akselerasi cepat.

Nah, menguasai teknik ini tidak hanya meningkatkan keamanan berkendara tapi juga memperpanjang umur mesin motor. Berikut 10 cara untuk mengendarai motor kopling dengan benar, lengkap dengan tips praktis.

1. Persiapkan Diri dan Motor Kamu

Sebelum mulai, kenakan perlengkapan keselamatan seperti helm, jaket, sarung tangan, dan sepatu tertutup. Periksa kondisi motor: ban, rem, oli, dan lampu.

Pastikan stang gas dalam posisi tertutup (tidak digas) dan tuas kopling di sebelah kiri stang berfungsi dengan baik. Ini penting untuk menghindari kecelakaan saat memulai.

Jangan lupa, aktifkan kunci kontak ke posisi "ON" untuk menyalakan panel instrumen.

2. Cari Posisi Gigi Netral

Baca Juga: 5 Motor Listrik Setangguh PCX dan NMAX, Matic Jumbo Versi Tanpa Bensin

Langkah awal krusial adalah memastikan gigi berada di posisi netral (N). Masukkan kunci kontak ke "ON", lalu cek indikator dashboard.

Jika tidak menyala "N", tarik tuas kopling sepenuhnya, lalu injak tuas persneling (di kaki kiri) ke atas atau bawah hingga netral. Ini mencegah motor meloncat saat dinyalakan.

Bagi pemula, latihan ini bisa dilakukan tanpa menghidupkan mesin dulu.

3. Nyalakan Mesin Motor

Setelah netral, tarik tuas kopling penuh dengan empat jari (telunjuk hingga kelingking) untuk keamanan.

Tekan tombol starter atau kick starter sambil sedikit putar gas. Lepas kopling perlahan setelah mesin hidup.

Jika motor mati, ulangi dengan lebih halus. Pastikan mesin idle dengan stabil sebelum lanjut.

4. Masuk ke Gigi 1 dan Mulai Bergerak

Tarik tuas kopling lagi sepenuhnya, lalu injak tuas persneling ke bawah untuk masuk gigi 1.

Lepas kopling secara bertahap sambil putar gas sedikit. Koordinasi ini adalah kunci agar motor tidak mati mendadak.

Jika terlalu cepat lepas kopling, motor bisa tersendat; jika terlalu lambat, mesin bisa over-rev. Berlatih di tempat datar untuk merasakan "titik kopling".

5. Naik Gigi Saat Kecepatan Meningkat

Saat motor berjalan mulus di gigi 1 (sekitar 10-20 km/jam), tarik kopling lagi, lalu injak persneling ke atas untuk gigi 2, 3, dan seterusnya.

Lepas kopling halus sambil tambah gas. Idealnya, naik gigi setiap 15-20 km/jam tergantung jenis motor. Ini menghemat bahan bakar dan menjaga mesin tetap optimal.

6. Turun Gigi Saat Perlambat

Saat akan berhenti atau menurun, tarik kopling, injak rem, dan turunkan gigi secara bertahap (dari gigi tinggi ke rendah).

Jangan langsung ke netral; gunakan engine brake untuk kontrol lebih baik. Ini berguna di tanjakan atau lalu lintas padat.

Hindari menurunkan gigi terlalu cepat agar tidak selip.

7. Gunakan Rem dengan Benar

Rem depan (kanan) untuk pengereman utama, rem belakang (kaki kanan) untuk stabilitas. Saat mengerem, tarik kopling agar mesin tidak mati.

Di jalan basah, rem perlahan untuk menghindari skid. Kombinasi rem dan kopling membuat pengereman lebih aman.

8. Berhenti dan Matikan Mesin

Saat berhenti, tarik kopling, injak rem hingga berhenti total, lalu turunkan ke gigi 1 atau netral.

Matikan mesin dengan memutar kunci ke "OFF". Parkir dengan standar tengah untuk keamanan. Jangan lupa cek sekitar sebelum turun.

9. Tips Mengatasi Masalah Umum

Jika motor sering mati, latihan lepas kopling lebih lambat. Di tanjakan, gunakan gigi rendah dan gas stabil.

Hindari half-clutch terlalu lama agar kopling tidak aus. Rutin servis motor untuk performa terbaik.

10. Latihan dan Keselamatan Lanjutan

Berlatih secara bertahap: mulai dari jalan datar, lalu tanjakan, dan lalu lintas. Ikuti kursus mengemudi jika perlu.

Selalu patuhi rambu lalu lintas dan jaga jarak aman. Ingat, keselamatan adalah prioritas utama dalam mengendarai motor kopling.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, kamu akan semakin percaya diri. Motor kopling seperti Honda CB150R atau Suzuki GSX-S150 cocok untuk pemula karena handling-nya mudah. Butuh waktu untuk terbiasa, tapi hasilnya worth it!

Load More