Suara.com - Jika Anda mencari mobil keluarga yang tangguh, irit, pajaknya lebih ringan, dan mudah dirawat, Toyota adalah pilihan aman untuk jangka panjang. Mobil dari Toyota selalu cocok untuk pemakaian harian, perjalanan luar kota, hingga kebutuhan operasional.
Jika Anda menginginkan mobil keluarga dengan fitur modern, pintu geser yang praktis, kabin lega, dan harga bekas yang lebih terjangkau, Toyota juga masih sangat menarik, terutama untuk penggunaan di perkotaan dengan kondisi jalan relatif baik.
Hal-hal tersebut dimiliki oleh Toyota Avanza dan Toyota Sienta. Namun, mungkin Anda bertanya-tanya di antara keduanya, mana yang lebih baik? Maka simak artikel ini sampai habis. Artikel ini membahas perbedaan antara Toyota Avanza 1.5 L 2019 vs Toyota Sienta 2014 yang masih bisa ditemukan di pasar mobil bekas.
Keduanya dapat ditemukan di pasar mobil keluarga bekas di rentang harga Rp150–200 jutaan. Keduanya sama-sama mengusung mesin 1.5 liter, berlogo Toyota, dan dikenal cukup nyaman untuk kebutuhan harian maupun keluarga. Namun, karakter dan peruntukannya jelas berbeda.
Lantas, di antara Avanza 1.5 L 2019 dan Sienta 2014, mana yang lebih layak dipilih saat ini? Berikut pembahasan lengkapnya.
Toyota Avanza 1.5 L 2019
Toyota Avanza 2019 masih menyandang status “mobil sejuta umat” berkat reputasinya yang tangguh, mudah dirawat, dan cocok untuk berbagai kondisi jalan di Indonesia. Di pasar mobil bekas, Toyota Avanza 1.5 L tahun 2019 umumnya dibanderol di kisaran Rp170 juta hingga Rp190 jutaan, tergantung kondisi, tipe transmisi, serta jarak tempuh. Harga ini tergolong stabil karena permintaan Avanza bekas masih sangat tinggi.
Dari segi pajak tahunan untuk Avanza 1.5 L 2019 berkisar Rp2,3 juta–Rp2,7 juta. Angka ini masih relatif ramah untuk mobil keluarga, terutama jika dibandingkan dengan MPV modern lain di kelas yang sama.
Soal efisiensi bahan bakar, Avanza 1.5 L 2019 cukup bisa diandalkan. Konsumsi BBM dalam kota berada di kisaran 10–12 km/liter, sementara rute luar kota atau tol bisa mencapai 14–16 km/liter dengan gaya berkendara normal. Bobot mobil yang ringan dan desain aerodinamis membantu efisiensi ini.
Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Perbedaan Krusial Avanza dan Xenia Bekas, Mending Mana?
Dalam hal tenaga dan torisi Avanza 1.5 L 2019 dibekali mesin 1.496 cc Dual VVT-i yang menghasilkan tenaga sekitar 104 PS pada 6.000 rpm dan torsi 136 Nm pada 4.200 rpm. Karakter mesinnya responsif untuk pemakaian harian, cukup kuat untuk membawa penumpang penuh, namun tetap nyaman digunakan di lalu lintas kota.
Keunggulan utama Avanza ada pada biaya perawatan yang murah, ketersediaan suku cadang melimpah, serta ground clearance yang tinggi sehingga lebih aman melewati jalan rusak atau genangan. Nilai jual kembalinya juga tergolong kuat.
Toyota Sienta 2014
Toyota Sienta hadir dengan pendekatan berbeda dari Toyota Avanza dengan tagline mobil sejuta umat. MPV ini mengusung desain futuristik dan pintu geser (sliding door) yang praktis untuk keluarga urban.
Toyota Sienta 2014 di pasar mobil bekas kini berada di kisaran Rp150 juta hingga Rp170 jutaan. Dibandingkan harga barunya dulu, depresiasi Sienta terbilang cukup dalam, sehingga menarik bagi pemburu mobil fitur lengkap dengan bujet terbatas.
Pajak tahunan Toyota Sienta 2014 umumnya berada di angka Rp2,5 juta–Rp3 juta, sedikit lebih tinggi dibanding Avanza. Hal ini wajar mengingat posisi Sienta yang dulunya berada di kelas MPV menengah.
Berita Terkait
-
Wajib Tahu! Ini Perbedaan Krusial Avanza dan Xenia Bekas, Mending Mana?
-
3 Rekomendasi Wuling Almaz 2022: SUV Mewah Rp100 Jutaan untuk Keluarga Muda
-
Mending Mobilio atau Ertiga? Mobil Keluarga Favorit Tapi Intip Dulu Beda Spek Kenyamanannya
-
Mobil Bekas Suzuki XL7 vs Honda BR-V Mending Mana? Simak Adu Konsumsi BBM, Pajak, dan Harganya
-
Persiapan Lebaran 2026, Daftar Harga Toyota Rush Bekas yang Kini Setara LCGC
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Uji Rasa Aditya Kwetiau Jambi: 15 Tahun Eksis, Porsinya Bikin Dompet Aman Perut Kenyang!
-
Tiga Penjarah Fasilitas Masjid di Tulang Bawang Berakhir di Tangan Polisi
-
Mimpi Besar Motor Listrik Nasional Dituntut Bukan Sekadar Proyek Seremonial Belaka
-
Ulasan Anggur Kemurkaan: Kisah Tragis Keluarga Joad di Tengah Krisis Amerika
-
Tragedi Rem Blong di Jombang: Truk Seruduk Buruh Pabrik, Dua Nyawa Melayang Seketika
-
Donald Trump Restui Arab Saudi Kembangkan Nuklir
-
Sinopsis 72 Hours, Film Komedi tentang Pesta Bujangan Berujung Kekacauan
-
Dorong Ekonomi Kerakyatan, Danantara Sambangi Nasabah Binaan PNM di Mojokerto
-
Tabel Lengkap Urutan Shio dari Tahun ke Tahun
-
DPR soal Rumor Pengganti Nanik S Deyang: Hak Prerogatif Presiden, Asalkan Jangan Memicu Konflik