- Keputusan Presiden Trump menaikkan tarif ekspor Korea Selatan menjadi 25% memicu anjloknya saham Hyundai dan Kia.
- Kenaikan tarif ini merupakan respons Trump atas kegagalan parlemen Korea Selatan meratifikasi kesepakatan perdagangan tahun lalu.
- Awalnya saham Hyundai turun 4% dan Kia 5%, namun kemudian menunjukkan pemulihan parsial di pasar saham Korea Selatan.
Suara.com - Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Tump untuk menaikkan tarif produk dari Korea Selatan membuat saham Hyundai Motor dan Kia anjlok.
Kebijakan yang diberlakukan Trum rupanya memicu aksi jual besar-besaran di pasar saham Korea Selatan yang turut berdampak terhadap Hyundai dan Kia.
Terpantau Hyundai Motor dan Kia mengalami penurunan harga saham yang cukup tajam. Hyundai turun hingga 4% dan Kia kehilangan sebanyak 5%.
Namun, saham-saham tersebut mulai berangsur pulih dengan Hyundai mengalami penurunan 1,7% dan Kia turun 3,09% dari sebelumnya.
Presiden Trump menyatakan pada Senin malam bahwa tarif ekspor Korea Selatan ke Amerika Serikat akan naik dari 15% menjadi 25%.
Kebijakan Gedung Putih tersebut menjadi lanjutan setelah Trump menilai parlemen Korea Selatan kurang maksimal dalam menjalani kesepakatan antar kedua negara yang sudah disepakati pada tahun lalu.
Menurut pernyataan Trump di akun Truth Social miliknya, kesepakatan perdagangan antara AS dan Korea Selatan pada 30 Juli 2025 tetap belum diratifikasi oleh anggota parlemen Korea, meskipun persyaratannya telah dikonfirmasi ulang selama kunjungan presiden ke Seoul pada Oktober 2025.
Trump mengatakan AS telah menurunkan tarifnya sendiri sesuai dengan perjanjian tersebut dan mengharapkan Korea Selatan juga bisa memegang komitmen yang telah disepakati.
Ia menggambarkan ketidakaktifan parlemen Korea sebagai pelaksanaan hak prerogatifnya.
Baca Juga: Strategi Mitsubishi Fuso Jaga Takhta Pasar Otomotif Nasional Lewat Peningkatan Kualitas SDM
Trump lalu merespons dengan menaikkan bea masuk impor untuk produk-produk dari Korea Selatan mencakup mobil, kayu, obat-obatan, dan barang-barang lain yang dikenakan bea masuk timbal balik.
Kebijakan Trump tersebut lantas membuat para investor memilih untuk melepas mereka dari Hyundai dan Kia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
5 Pilihan Sepeda Listrik Gunung Murah Dibawah Rp1 Jutaan
-
Mitsubishi New Pajero Sport Tawarkan Standar Baru SUV Mewah untuk Segala Medan
-
Tanpa Rangka eSAF, Skutik Baru Honda Ini Pakai Dek Rata Rasa PCX Mewah
-
BYD M6 PHEV Tertangkap Kamera di Jakarta Menjadi Sinyal Ancaman Baru Segmen MPV
-
Adu Murah Tarif Taksi Blue Bird vs Green SM, Mana yang Jadi Pemenangnya?
-
Hyundai STARGAZER Tembus Tiga Besar Pasar MPV Keluarga Indonesia
-
Gaji Sopir Taksi Green SM vs BlueBird, Siapa yang Paling Cuan?
-
Ambisi Chery Contek Formula Toyota dan Tesla Demi Kuasai Pasar Global
-
Tak Hanya Hemat Bensin, Ini 5 Rekomendasi Mobil LCGC yang Kuat Nanjak
-
Taksi Listrik VinFast VF e34 Mogok di Rel Berujung Petaka, Ke Mana Fitur Canggihnya?