- Toyota Indonesia mengekspor 298.457 unit kendaraan CBU, menyumbang 58% total ekspor otomotif nasional.
- Ekspor Toyota kini menjangkau 100 negara, didorong oleh produk lokal seperti Kijang Innova Zenix dan Yaris Cross Hybrid.
- Perusahaan berencana memperkuat penetrasi pasar global dengan fokus pada pengembangan kendaraan segmen A dan B.
Suara.com - Toyota Indonesia kembali membuktikan dominasinya di pasar otomotif mancanegara dengan mencatatkan kinerja pengiriman kendaraan yang impresif. Berdasarkan laporan terbaru, total pengiriman kendaraan utuh atau Completely Built Up alias CBU dari Indonesia ke berbagai negara mencapai angka 298.457 unit.
Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia atau TMMIN, Nandi Julianto menjelaskan bahwa pencapaian ini menempatkan Toyota sebagai pilar utama dalam peta ekspor kendaraan tanah air.
"Angka ini menyumbang sekitar 58 persen dari total ekspor otomotif nasional, menjadikan Toyota sebagai kontributor utama industri otomotif Indonesia di pasar global," katanya saat ditemui di Jakarta baru-baru ini.
Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi perusahaan yang terus memperluas jangkauan pasar. Selain fokus di benua Asia, Toyota Indonesia kini merambah pasar Amerika Latin hingga Australia. Secara akumulasi, TMMIN telah mencatatkan jumlah ekspor sebanyak 3 juta unit sejak memulai kiprahnya pada tahun 1987 dengan jumlah negara tujuan yang kini berkembang hingga 100 negara.
Produk kendaraan ramah lingkungan menjadi motor penggerak utama dalam pencapaian tersebut. Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid dan Yaris Cross Hybrid yang merupakan hasil produksi dalam negeri menjadi tulang punggung dalam pengiriman kendaraan ke luar negeri. Kedua model hybrid ini menunjukkan daya saing tinggi teknologi manufaktur Indonesia di mata dunia.
Menatap masa depan, pabrikan asal Jepang ini berencana untuk memperkuat penetrasi di negara-negara berkembang. Fokus pengembangan akan diarahkan pada kendaraan segmen A dan B yang memang menjadi kunci pertumbuhan di wilayah Global South.
"Kita tidak mau berhenti di sana, kita mau mengembangkan kunci segmen, segmen A dan B, kunci global south, negara yang akan berkembang," paparnya.
Langkah strategis ini diharapkan dapat terus meningkatkan kontribusi Indonesia dalam industri otomotif global sekaligus memperkuat posisi Toyota sebagai pemimpin pasar ekspor kendaraan nasional yang kompetitif.
Baca Juga: Dibuka Pekan Depan, IIMS 2026 Dibanjiri Brand Otomotif Asal China
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Tanpa Rangka eSAF, Skutik Baru Honda Ini Pakai Dek Rata Rasa PCX Mewah
-
BYD M6 PHEV Tertangkap Kamera di Jakarta Menjadi Sinyal Ancaman Baru Segmen MPV
-
Adu Murah Tarif Taksi Blue Bird vs Green SM, Mana yang Jadi Pemenangnya?
-
Hyundai STARGAZER Tembus Tiga Besar Pasar MPV Keluarga Indonesia
-
Gaji Sopir Taksi Green SM vs BlueBird, Siapa yang Paling Cuan?
-
Ambisi Chery Contek Formula Toyota dan Tesla Demi Kuasai Pasar Global
-
Tak Hanya Hemat Bensin, Ini 5 Rekomendasi Mobil LCGC yang Kuat Nanjak
-
Taksi Listrik VinFast VF e34 Mogok di Rel Berujung Petaka, Ke Mana Fitur Canggihnya?
-
Cuma Rp50 Jutaan! 5 Mobil Bekas Irit dan Bandel, Pas Buat Keluarga Baru
-
Mazda Rombak Strategi Besar Demi Selamatkan Nasib di Pasar China yang Kian Menantang