Otomotif / Mobil
Kamis, 29 Januari 2026 | 13:25 WIB
Ilustrasi mobil turun mesin. (Pexels/PRABHAKAR SALAVE)
Baca 10 detik
  • Turun mesin adalah "operasi bedah" untuk kembalikan performa prima kendaraan ke standar pabrikan.
  • Waspadai asap putih dan suara kasar sebagai sinyal alarm kerusakan internal mesin yang serius.
  • Cegah overhaul mahal dengan disiplin ganti oli, filter udara bersih, dan BBM berkualitas.

Suara.com - Bagi pemilik kendaraan, mendengar kata "turun mesin" seringkali terasa seperti vonis buruk dari dokter. Bayangan biaya jutaan rupiah dan mobil yang harus menginap lama di bengkel langsung menghantui.

Namun, apakah turun mesin benar-benar semengerikan itu?

Faktanya, turun mesin (overhaul) bukanlah sebuah bencana, melainkan "operasi penyelamatan". Ini adalah proses teknis di mana jantung pacu mobil Anda diangkat dari sasis untuk dibedah, diperiksa, dan diremajakan kembali agar performanya kembali gahar seperti baru keluar dari pabrik.

Meski begitu, tentu lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan? Agar Anda tidak terjebak dalam situasi darurat di jalan, kenali sinyal tubuh mobil Anda dan cara merawatnya.

Jangan Abaikan Sinyal SOS dari Mesin Anda

Mobil Anda sebenarnya pandai berkomunikasi. Sebelum mogok total, ia biasanya mengirimkan sinyal-sinyal halus yang meminta perhatian.

Jika Anda menemukan tanda berikut, waspadalah:

  • Starter Terasa Berat: Padahal aki masih baru dan kelistrikan normal? Hati-hati, ini bisa jadi tanda kompresi mesin mulai bermasalah.
  • Knalpot "Ngebul" Putih: Ini bukan efek udara dingin. Asap putih pekat menandakan ada oli yang bocor masuk ke ruang bakar.
  • Suara "Menjerit" atau Mengetuk: Bunyi knocking atau gesekan logam kasar dari blok mesin adalah tanda komponen internal sedang saling menggerus.
5 Cara Cek Mesin Mobil Bekas Bagi Orang Awam (freepik)

3 Kebiasaan Emas agar Mobil Bebas Turun Mesin

Ingin mesin mobil awet muda tanpa perlu masuk "ruang operasi" lebih cepat? Kuncinya bukan pada seberapa mahal mobilnya, tapi seberapa disiplin pemiliknya. Lakukan 3 hal ini secara konsisten:

Baca Juga: Lebarkan Sayap, BYD Incar India untuk Jadi Tempat Produksi Baru

  • Jangan Pelit pada Kualitas BBM

Mengisi bensin asal murah seringkali menjadi awal petaka. BBM dengan oktan yang tidak sesuai spesifikasi pabrik akan meninggalkan kerak karbon di ruang bakar. Lama-kelamaan, kerak ini bisa merusak piston. Berikan "makanan" yang bergizi sesuai standar kompresi mesin Anda.

  • Disiplin Oli adalah Harga Mati

Oli adalah darah bagi mobil Anda. Jangan pernah menunda jadwal ganti oli. Oli yang sudah jenuh (hitam dan encer) kehilangan kemampuan melumasi, membiarkan komponen mesin saling bergesekan hingga aus. Pastikan juga Anda menggunakan kekentalan (SAE) yang tepat.

  • Jaga Napas Mesin Tetap Bersih

Sering dilupakan, filter udara memegang peran vital. Udara kotor yang masuk membawa debu dan partikel tajam yang bisa menggores dinding silinder mesin. Rutin membersihkan atau mengganti filter udara adalah investasi murah untuk mencegah kerusakan mahal.

Turun mesin memang solusi ampuh untuk menyembuhkan penyakit kronis pada mobil, namun biayanya tidak sedikit. Dengan menerapkan tiga kebiasaan perawatan di atas, Anda tidak hanya menyelamatkan performa mobil, tapi juga menyelamatkan isi dompet Anda dari pengeluaran tak terduga. Sayangi mobil Anda, maka ia akan menemani perjalanan Anda lebih lama!

Load More