- BYD, pabrikan Tiongkok, serius mengevaluasi India sebagai basis produksi karena permintaan tinggi melebihi kuota impor 2.500 unit.
- Untuk mengatasi tarif impor tinggi, BYD mempertimbangkan perakitan semi-knocked-down (SKD) guna menekan biaya menjadi 30 persen.
- Penjualan BYD di India naik 88% tahun lalu, didukung model seperti Atto 3 dan strategi harga yang kompetitif.
Suara.com - Pasar mobil listrik di India sedang bergairah. Permintaan yang melonjak membuat banyak produsen harus memutar otak agar bisa memenuhi kebutuhan konsumen. Salah satu yang kini jadi sorotan adalah BYD (Build Your Dreams), pabrikan asal Tiongkok yang tengah mengevaluasi langkah besar: menjadikan India sebagai basis produksi baru.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Dikutip dari Car News China, India punya aturan ketat soal impor mobil utuh. Setiap model hanya boleh masuk maksimal 2.500 unit per tahun, sementara permintaan untuk mobil listrik BYD jauh melampaui angka tersebut. Dealer di India bahkan dilaporkan menahan ratusan pesanan, dan stok kuartal Desember sudah habis terjual.
Meski terbebani aturan dan tarif impor tinggi hingga 110 persen, penjualan BYD di India tetap melesat. Tahun lalu, penjualan mereka naik sekitar 88 persen menjadi 5.500 unit. Strategi harga yang lebih rendah dibanding pesaing seperti Tesla membuat BYD semakin diminati.
Rencana Produksi Lokal
Untuk mengatasi hambatan regulasi dan biaya impor, BYD mempertimbangkan opsi semi-knocked-down (SKD) assembly. Skema ini memungkinkan mobil masuk dalam bentuk setengah jadi, lalu dirakit di India. Dengan cara ini, tarif bisa ditekan dari sekitar 70 persen menjadi hanya 30 persen. Selain lebih murah, jalur SKD juga diyakini lebih mudah mendapat persetujuan regulasi dibanding impor mobil utuh.
Sebelumnya, proposal BYD untuk membangun pabrik perakitan penuh di India sempat ditolak. Kini, diskusi lebih realistis diarahkan ke opsi SKD yang dianggap lebih cepat dan efisien. Keputusan final masih menunggu kunjungan eksekutif senior BYD ke India.
Model yang Sudah Dipasarkan
Di India, BYD sudah menjual beberapa model populer. Atto 3, SUV listrik kompak, menjadi salah satu andalan. Ada juga eMax7, MPV listrik yang menyasar keluarga besar. Selain itu, BYD menghadirkan Sealion 7 dan sedan Seal, yang mendapat izin impor di luar kuota standar.
Dengan portofolio ini, BYD jelas ingin memperkuat posisinya di pasar India. Produksi lokal akan memberi mereka fleksibilitas lebih besar untuk memenuhi permintaan tanpa melanggar aturan kuota impor.
Baca Juga: Bermodal Banyaknya Peserta Pameran, IIMS 2026 Klaim Bisa Datangkan Pembeli Serius
Tren Produsen EV Tiongkok
Langkah BYD ini sejalan dengan strategi lebih luas dari produsen EV Tiongkok. Mereka semakin agresif mencari cara untuk menyesuaikan diri dengan regulasi di pasar luar negeri. India, dengan populasi besar dan kebijakan ramah kendaraan listrik, jadi target utama.
Meski belum ada konfirmasi resmi dari BYD maupun regulator India, wacana produksi lokal ini menunjukkan betapa seriusnya BYD dalam menjadikan India sebagai hub penting. Jika terealisasi, bukan hanya konsumen India yang diuntungkan, tapi juga peta persaingan mobil listrik global bisa berubah signifikan.
Berita Terkait
-
Bermodal Banyaknya Peserta Pameran, IIMS 2026 Klaim Bisa Datangkan Pembeli Serius
-
Insentif Mobil Listrik Berbasis Bahan Baku Lokal, Toyota: Industri Domestik Siap?
-
Dibuka Pekan Depan, IIMS 2026 Dibanjiri Brand Otomotif Asal China
-
1.108 Unit SUV Chery Ditarik Mendadak! Jaecoo J7 dan Tiggo 7 Punya Masalah Kabel ECU
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Kembaran Honda Beat Pakai Rangka eSAF Tembus Eropa, Begini Penampakannya
-
7 Motor Listrik Paling Tangguh untuk Harian, Anti Drama dan Minim Perawatan
-
Volkswagen Pangkas Kapasitas Produksi Satu Juta Unit Akibat Laba Anjlok
-
Apakah Denza D9 Generasi Baru Jadi MPV Mewah Paling Gila Abad Ini?
-
Dexlite Meroket Harga SUV Mitsubishi Merosot, Ini Pajero Sport Bekas Paling Cocok
-
Pasar Mobil Bekas Turut Merasakan Dampak Kehadiran Mobil Listrik China
-
Bukan Lagi Rp0! Ini Aturan Baru Pajak Motor Listrik Tahun 2026, Cek Simulasi Hitungannya
-
5 Mobil Diesel Tiga Baris Low Cortisol Nggak Bikin Kantong Jebol, yang Aman Pakai Biosolar
-
Toyota Fortuner 2006 Tawarkan Kemewahan Pejabat dengan Harga Sangat Merakyat, Setara Dana LCGC
-
Ciri Mobil yang Tak Boleh Pakai Bioetanol, Wajib Tahu agar Mesin Tidak Rusak